Surabaya (beritajatim.com) – Wong cilik atau masyarakat akar rumput Surabaya merasa dilema menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024. Sebabnya, dua sosok yang selama ini dinilai berpengaruh, yakni Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini atau Risma, bakal bertarung di ajang pesta demokrasi tersebut.
Khofifah telah resmi mendaftar sebagai Calon Gubenur (Cagub) ke KPU Jatim hari ini, Rabu, 28 Agustus 2024. Sementara Risma, belum ada kepastian apakah benar akan diusung PDIP untuk maju di Pilgub Jatim 27 November nanti.
Seperti diungkapkan Mustain, pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kantor KPU Provinsi Jawa Timur, Jalan Tenggilis, Kota Surabaya. Dia mengaku dilematis menyorot kandidat bakal calon (balon) gubernur, yang santer mempertemukan Khofifah dengan Risma sebagai rival.
Mustain, yang merupakan warga Kacamatan Wonocolo itu mengaku bimbang ketika akan menjatuhkan pilihannya. Melihat Khofifah dan Risma merupakan sosok yang sama-sama mencorong.
“Ya gimana, semuanya saya merasakan sebagai warga. Ibu Risma sebagai wali kota dulu sangat baik. Di kepemimpinan Khofifah sebagai Gubernur juga baik,” kata Mustain di area trotoar Kantor KPU Provinsi Jawa Timur.
Seperti diketahui, Khofifah Indar Parawansa saat ini posisinya mantan Gubernur Jawa Timur 2019-2024. Sementara Tri Rismaharini adalah mantan Wali Kota Surabaya dua periode, periode pertama 2010-2015 dan periode selanjutnya 2015-2020.
Menurut Mustain, Tri Rismaharini saat menjabat Walikota Surabaya dikenal sangat tegas dan pro terhadap wong cilik. Sementara Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur, dinilai sangat mengayomi.
“Semua punya kelebihan kalau saya boleh menilai antara Risma dan Khofifah. Kita juga siapa pokok bisa lebih me-makmurkan masyarakat, ke depan,” jelas dia.
“Saya bisa terus berjualan. Menghidupi keluarga, berkecukupan ekonomi untung pun alhamdulillah, ” imbuhnya.
Sekadar informasi, Rabu (28/8/2024), pasangan bakal calon Gubernur Jawa Timur 2024 Khofifah Indar Parawansa bersama wakilnya Emil Elistianto Dardak sudah mendaftar ke KPU Jatim.
Pendaftaran mereka diikuti oleh kirab budaya dan diantar ribuan relawan ke Kantor KPU Jatim. Dan dikawal arak – arakan 15 partai politik pendukung. [ram/beq]






