Blitar (beritajatim.com) – Distribusi seragam sekolah gratis di Kabupaten Blitar untuk jenjang sekolah dasar (SD) mengalami keterlambatan. Pasalnya seragam sekolah tersebut sejatinya harus dipakai siswa saat pertama masuk, namun baru saat ini mulai didistribusikan.
“Kami masih menunggu sekolah menyerahkan laporan, karena bantuan itu ada tanda terimanya. Sehingga belum bisa mengetahui sudah berapa persen seragam gratis itu sudah tersalurkan kepada siswa,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar Deny Setiawan, Kamis (15/8/2024) kemarin.
Meski terlambat, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar sendiri telah mendistribusikan seragam sekolah gratisnya ke seluruh SD Negeri di 22 kecamatan sejak 31 Juli lalu. Namun hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan, apakah kain seragam itu sudah diterima oleh para siswa atau belum.
Belum adanya kepastian itu lantaran hingga saat ini Dispendik Kabupaten Blitar belum menerima laporan tanda terima bantuan itu dari lembaga sekolah.
“Untuk anggaran seragam sekolah gratis ini khusus jenjang SD mencapai Rp1,7 miliar. Anggaran itu untuk kain saja, karena bila pengadaanya seragam siap jadi anggarannya butuh lebih besar lagi. Kami belum mampu untuk melakukannya,” ungkapnya.
Klaim dari Dispendik Kabupaten Blitar, keterlambatan distribusi seragam gratis ini terjadi karena ulah pihak penyedia. Maka dari itu Dispendik Kabupaten Blitar memberikan denda kepada pihak penyedia atas keterlambatan tersebut.
Hal ini nantinya akan menjadi evaluasi bagi Dispendik Kabupaten Blitar, untuk lebih tegas kepada penyedia barang. Agar tahun depan kain seragam sekolah dapat dikirim tepat waktu. Agar tidak ada lagi siswa SD baru yang masih memakai seragam TK.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memang secara rutin membagikan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP dengan anggaran Rp 3,4 miliar. Tahun ini untuk SD, seragam yang dibagikan kain seragam putih merah dan pramuka.
Jumlah siswa yang diberikan berubah dari perencanaan awal 9 ribu anak. Kini ada 12 ribu siswa SD baru yang menerima seragam gratis itu, karena ada anak yang baru diterima sekolah. [owi/aje]






