Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memprioritaskan pemulihan kondisi fisik para pemain menjelang bergulirnya turnamen pramusim dan kompetisi Super League 2026/2027. Menurutnya, faktor jet lag akibat perjalanan jauh serta riwayat cedera sejumlah pemain menjadi tantangan utama yang harus dikelola selama masa persiapan.
Tavares mengungkapkan, banyak pemain mengalami gangguan pola tidur setelah perjalanan menuju Indonesia. Kondisi tersebut berdampak pada kebugaran sehingga tim pelatih tidak bisa memberikan porsi latihan dengan intensitas tinggi.
“Apa yang saya rasakan adalah banyak pemain yang mengalami masalah jet lag, sehingga mereka tidak bisa tidur dengan baik,” ujar Bernardo Tavares, Selasa (14/7/2026).
Latihan Disesuaikan Kondisi Pemain
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, memaksakan pemain yang belum pulih dari jet lag berisiko meningkatkan potensi cedera. Karena itu, tim pelatih menerapkan pendekatan yang lebih hati-hati dalam menyusun program latihan.
“Kami menghadapi kesulitan ini karena kami tidak bisa menuntut terlalu banyak dari mereka di dalam latihan. Jika mereka tidak tidur dengan baik, artinya jika mereka dipaksa memberikan 200 persen di latihan, kemungkinan terjadinya cedera akan tinggi. Jadi kami harus berhati-hati akan hal ini,” jelasnya.
Selain persoalan jet lag, Persebaya juga masih memantau kondisi beberapa pemain yang mengakhiri musim lalu dengan cedera. Evaluasi terus dilakukan bersama tim medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
Target Pramusim Tanpa Cedera
Bernardo menegaskan, manajemen beban latihan (load management) menjadi salah satu fokus utama selama pramusim. Seluruh program latihan disusun berdasarkan kondisi fisik masing-masing pemain agar mereka dapat mencapai kebugaran optimal tanpa mengalami cedera baru.
“Semua elemen ini perlu kami kelola dengan baik karena target kami juga adalah agar di pramusim ini tidak ada pemain yang mengalami cedera di sesi latihan,” katanya.
Dengan pendekatan berbasis pemantauan medis dan pengelolaan kondisi fisik yang lebih terukur, Persebaya berharap seluruh pemain siap tampil dalam kondisi terbaik saat memasuki kompetisi musim 2026/2027. [way/but]






