Surabaya (beritajatim.com) – Berdamainya rukun warga (RW) dengan sekolah Petra, perihal tagihan uang keamanan di Surabaya. Manajemen Petra janji akan benahi masalah kemacetan jalan di perumahan Manyar Tirtoasri, Senin (5/8/2024).
“Sekolah Petra melakukan CSR (Corporate Social Responsibility) pembenahan lalu – lintas, supaya tidak terjadi kemacetan,” ujar Wakil Direktur Sarana Prasarana Petra, Robertus Pranata, Senin (5/8).
Pelimpahan CSR terhadap warga itu diambil atas dasar kesepakatan bersama. Sebab, sebelumnya timbul perseteruan RW dengan Petra, ketika iuran keamanan akan dinaikkan dari Rp32 juta ke Rp35 juta.
Menurut Robertus, pihaknya akan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Kata dia, supaya perhitungan antisipasi lalu lintas berjalan lancar.
“Kerja sama dengan Dishub, untuk memberikan perhitungan bagaimana caranya lalu lintas bisa lancar di daerah Tompotika (perumahan),” tutup dia.
Sementara itu, Lilik Al Jufri, perwakilan Ketua RW IV setempat merespon kesepakatan tersebut. Dia Lilik, pihaknya ingin jalan keluar terbaik.
“Kami (RW) mau yang terbaik, kami ini mau kekeluargaan, karena Petra ini bukan baru satu, dua tahun ada di sini. 40 tahun yang berdampingan dengan kami,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, perseteruan kedua belah pihak itu dimediasi damai oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Perseteruan antara pengurus RW dengan sekolah Petra ini, dipicu lantaran rencana kenaikan tagihan iuran keamanan. Dari Rp32 juta, ke Rp35 juta. Namun hal itu belum sampai dikata sepakat.
Sedangkan, tagihan keamanan itu diperuntukkan untuk biaya RW menggaji para sekuriti di kompleks perumahan. Yang mengatur lalu lintas kemacetan jalan antar jemput, serta biaya fasum lainnya. [ram/aje]






