Blitar (beritajatim.com) – Air minum kemasan merek Blit produksi PDAM Penataran Blitar semakin digemari masyarakat. Hal itu terlihat dengan tingginya tingkat permintaan konsumen. Bahkan PDAM Penataran Blitar mengaku kewalahan untuk memenuhi semua permintaan konsumen.
“Kami rata-rata satu hari itu produksi 180 karton. dan itupun masih kurang belum bisa memenuhi tingginya pesanan. Makanya mau tidak mau kami akan pengadaan alat produksi lagi,” ungkap Rodiah Astuti, Direktur PDAM Penataran Blitar, Jumat, 2 Agustus 2024.
Dalam satu bulan rata-rata penjualan air minum merek Blit ini mencapai 180 karton dengan segala ukuran. Dimana dalam satu karton ada 24 botol air minum merek Blit.
Air minum dalam kemasan produksi PDAM Penataran Blitar ini digemari oleh warga lantaran harganya yang miring atau lebih murah. Meski begitu kualitasnya tetap tidak kalah dibandingkan dengan merek air minum ternama.
“Yang ukuran 220 ml itu yang paling laris. Paling banyak OPD dan Perusahaan untuk pembelinya. Kami selalu menjaga kualiti kontrolnya setiap produksi ada sampling yang kita uji sendiri dan secara berkala sempel airnya kami bawa untuk diujikan di Perum Jasa Tirta Kabupaten Malang,” paparnya.
Harga air minum dalam kemasan merek Blit ini emang lebih miring dari yang lain. Seperti contoh air minum dalam galon dengan merek Blita hanya dijual Rp10 ribu.
“Untuk yang ukuran 220 ml itu satu kartonnya ada di Rp22.500, kalau di 330 ml itu ada di Rp32 ribu per kartonnya, sedangkan untuk galon satu galonnya Rp55 ribu untuk pertama kali beli sudah dapat galon tapi setelah itu isi ulang cuma Rp10 ribu,” terangnya.
Untuk diketahui air minum merek Blit ini diambil langsung dari sumber mata air yang ada di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Kedua sumber mata air tersebut adalah Tirtomulyo dan Umbul Balerejo.
“Lebih murah dengan kualitas yang bagus dengan PH 8. Sumber air yang kita ambil dari Sumber mata air Tirtomulyo dan Umbul Balerejo yang ada di Gandusari,” tegasnya. [owi/beq]






