Sumenep (beritajatim.com) – Harga Minyakita di pasar tradisional Sumenep awal pekan ini mulai merangkak naik. Per botol 1 liter, Minyakita dijual dengan harga Rp 16.000. Sebelumnya harga minyakita per botol Rp 15.000.
“Naiknya harga Minyakita ini terjadi secara nasional, karena memang ada kenaikan harga eceran tertinggi (HET),” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, Senin (29/07/2024).
Minyakita merupakan merk minyak goreng sawit dalam kemasan yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Minyakita merupakan salah satu upaya pemerintah menyediakan minyak goreng dalam kemasan yang sehat dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Awalnya, HET Minyakita ditetapkan Rp 14.000 per liter, sesuai Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2023 tentang Pedoman Penjualan Minyak Goreng Rakyat. Saat ini Kementerian Perdagangan telah menetapkan kenaikan HET Minyakita menjadi Rp 15.700 per liter.
“Yang menentukan HET Minyakita memang Pemerintah. Kalau HET naik, otomatis harga di pasaran juga naik,” ujar Idham.
Sementara untuk komoditas lain pekan ini relatif stabil. Bahkan untuk cabai rawit pekan ini mulai mengalami penurunan harga. Pekan lalu mencapai Rp 75.000 per kg, pekan ini menjadi Rp 70.000 per kg. Sedangkan cabai merah stabil Rp 35.000 per kg.
Sedangkan untuk harga komoditas daging juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp 120.000 per kg, daging ayam kampung Rp 90.000 per kg, dan daging ayam broiler Rp 38.000 per kg.
“Untuk harga telur juga tidak mengalami perubahan. Telur ayam ras Rp 28.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg,” ungkap Idham.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/but)






