Blitar (beritajatim.com) – Bagi kalian penyuka kopi, jangan lewatkan keseruan ngopi asyik di akhir pekan pada gelaran event Soekarno Coffee Fest Blitar 3.
Kegiatan Soekarno Coffee Fest Blitar 3 ini akan diadakan di halaman Kantor Wali Kota Blitar mulai 11 hingga 14 Juli 2024 mendatang.
Kegiatan tahunan Pemkot Blitar ini diharapkan akan semakin menguatkan posisi Kota Blitar sebagai etalase kopi, meski sebenarnya Kota Blitar ini tidak memiliki perkebunan kopi.
Menurut panitia Soekarno Coffee Fest Blitar 3, Ahrian Festyananda mendekati hari H pelaksanaan persiapan sudah mencapai 90 persen.
Sejumlah tenda untuk tenant peserta Soekarno Coffee Fest mulai didirikan di halaman kantor Wali Kota Blitar.
“Persiapan sudah 90 persen, malam ini kami usahakan sudah selesai karena besok dilakukan soft launching,” ungkap Ahrian Festyananda, Kamis (11/07/2024).
Peserta Soekarno Coffee Fest 3 ini sebanyak 38 peserta dengan 13 peserta diantaranya merupakan perwakilan dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia wilayah kerja Komisariat 4.
“Event kali ini lebih tematik ke arah kopi dan turunannya sesuai dengan Soekarno Coffee Fest,” imbuhnya.
Kegiatan ini nantinya akan lebih semarak. Karena pengunjung bisa mendapatkan edukasi terkait kopi dan turunannya. Seperti menguji cita rasa kopi dan roasting clinic.
Bahkan juga diadakan lomba terkait kopi dan kemampuan barista untuk menyeduhnya.
“Untuk lomba yang disiapkan ada dua, yakni menyeduh kopi secara manual dan menggambar di atas ekspreso atau susu,” katanya.
Nantinya melalui event tahunan ini, Kota Blitar akan semakin dikenal dan ekonomi para pelaku bisnis kopi di kota Proklamator ini juga turut meningkat.
“Kota Blitar memang tidak punya kebun kopi. Tapi, kami ingin menjadi kota etalase kopi. Bahkan saat ini ada sekitar 37 pelaku bisnis kopi di Kota Blitar, ” urainya.
Sementara itu, Pemkot Blitar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar menargetkan perputaran uang dari festival ini bisa mencapai lebih dari Rp200 juta.
“Pada event tahun sebelumnya, perputaran uang selama pelaksanaan Soekarno Coffee Fest mencapai Rp200 juta. Itu perputaran uang di area acara saja, belum efek lainnya terhadap okupansi hotel dan lain-lain,” ucap Heru Eko Pramono, Kepala Dinas DPMPTSP Kota Blitar.
Untuk diketahui kegiatan Soekarno Coffee Fest 3 kali ini lebih spesial karena keterlibatan dari sejumlah daerah peserta Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV ke-19 Apeksi, di Kota Blitar.
Sebanyak 13 pemerintah kota dari Jatim, Bali, NTB dan NTT peserta Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV ke-19 Apeksi akan ikut meramaikan Soekarno Coffee Fest 3 di Kota Blitar. (owi/ted)






