Surabaya (beritajatim.com) – Siapa sangka, tren pekerjaan idaman Gen Z telah bergeser. Jika 3 tahun lalu menjadi konten kreator atau influencer adalah cita-cita banyak anak muda, kini profesi baru afiliator di platform e-commerce seperti TikTok Shop dan ShopTokopedia menjadi primadona baru.
Hal ini dibuktikan dengan peningkatan signifikan jumlah afiliator di kedua platform tersebut. Di ShopTokopedia, transaksi naik 2,5 kali lipat semenjak program afiliasi diluncurkan, menunjukkan antusiasme tinggi dari para Gen Z untuk terjun ke profesi ini.
Salah satu contoh afiliator sukses adalah Dian Sulistya, seorang ibu rumah tangga berusia 50 tahun. Ia mengaku tertarik dengan profesi ini karena fleksibilitasnya yang memungkinkan dia bekerja dari rumah dan **potensi penghasilannya yang menjanjikan.
“Saya sendiri kan juga menambah ilmu dan income. ibaratnya bisa kerja dari rumah,” ujar Dian.
Sementara itu, Nisa Ayu, afiliator berusia 25 tahun, mengungkapkan ketertarikannya karena ingin mengikuti perkembangan zaman. Ia melihat bahwa jualan online melalui platform digital jauh lebih efektif daripada berdagang secara offline.
“Kalau kita hanya berdagang melalui offline itu rasanya kurang mengikuti zaman. Perkembangan zaman sekarang kan sudah serba digitalisasi,” kata Nisa.
Menurut Hilmi Adrianto, Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia dan ShopTokopedia, lonjakan minat menjadi afiliator ini sangat pesat. Pada tahun 2023 saja, sudah ada 7 juta afiliator di platform ShopTokopedia.
“Makin ke sini makin banyak karena memang profesi ini justru banyak membantu. Kayak tadi UMKM, biasanya mereka banyaknya produksi, tapi ketika memasarkan mereka mengalami kesulitan. Nah, ini yang kemudian dibantu para afiliator ini,” jelas Hilmi.
Tren ini menunjukkan bahwa **ekonomi kreatif** di Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman. Afiliator membuka peluang baru bagi Gen Z untuk menghasilkan pendapatan dan mengembangkan kreativitas mereka di era digital. [rea/beq]






