Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 44 pengurus Arjunu atau Pengelola Jurnal Nahdlatul Ulama periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua LPTNU PBNU Prof Ainun Na’im menyebut bahwa pelantikan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal-jurnal ilmiah yang dikelola oleh NU.
Oleh karena itu, pentingnya peran Arjunu dalam memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama di dunia akademik. Apalagi, saat ini merupakan era dimana informasi dan pengetahuan berkembang begitu cepat.
“Kualitas jurnal yang kita terbitkan harus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Arjunu diharapkan menjadi penggerak utama dalam upaya meningkatkan standar penerbitan jurnal kita,” ujar Ainun, Jumat (21/6/2024).
Menurutnya, peningkatan kualitas jurnal bukan sekedar tentang konten ilmiah tapi juga meningkatkan tata kelola dan distribusi jurnal. Ini akan tercapai lewat berbagai inisiatif, termasuk pelatihan, pendampingan, dan kerjasama dengan lembaga lain.
“Kami berencana mengimplementasikan sistem open access dan memperluas kerjasama dengan database internasional. Ini akan membuat jurnal-jurnal kita lebih mudah diakses oleh komunitas ilmiah global, sehingga dapat meningkatkan visibilitas dan sitasi,” tambahnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Arjunu yang baru, LPTNU PBNU berharap dapat mendorong peningkatan kualitas jurnal secara signifikan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya akan mengangkat nama Nahdlatul Ulama di kancah akademik nasional dan internasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan dan penelitian di tanah air.
Ketua terpilih Arjunu, Dr Fifi Khoirul Fitriyah menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Arjunu dan jurnal-jurnal yang dikelolanya. Ia yakin dengan kerja keras, dedikasi, dan kerjasama yang baik, bisa mencapai standar internasional dalam penerbitan jurnal ilmiah.
Ini adalah langkah awal menuju perubahan besar yang akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat ilmiah di Indonesia. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, peneliti, dan mahasiswa,” ungkapnya.
Pihaknya berharap Arjunu dapat menjadi bagian peningkatan kualitas jurnal ilmiah di Indonesia dan membuka lebih banyak peluang untuk publikasi penelitian berkualitas tinggi. [ipl/but]






