Surabaya (beritajatim.com) – PT PAL Indonesia (Persero) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan memasuki tahap Keel Laying pada proyek ekspor lapal Landing Dock (LD) kedua untuk Angkatan Laut Filipina. Hal ini menandakan kemajuan signifikan dalam pembangunan kapal yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan Filipina tersebut.
Upacara Keel Laying yang dilangsungkan di workshop PT PAL Indonesia di Surabaya pada hari ini, menjadi simbol dimulainya usia kapal dan menandakan komitmen kuat PT PAL dalam menyelesaikan proyek strategis ini. Acara tersebut dihadiri oleh delegasi Angkatan Laut Filipina yang dipimpin oleh Capt Leo Amor A. Vidal, Chairperson Technical Inspection and Acceptance Committee (TIAC), dan Capt Emerson F Oxales PN (GSC), Chairman Philippines Navy Owner Representatives (PNOR), bersama tim.
“Setiap langkah dalam pembangunan kapal ini, mulai dari First Steel Cutting hingga Keel Laying, mencerminkan kerja keras dan dedikasi seluruh tim kami. Kami bangga dapat bekerjasama dengan Angkatan Laut Filipina dan yakin bahwa kapal ini akan menjadi aset berharga bagi mereka,” ujar Iqbal Fikri, COO PT PAL Indonesia, dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Iqbal Fikri menekankan bahwa proyek ini bukan hanya tentang membangun kapal, tetapi juga memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. “Kemampuan maritim yang kuat adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Capt Leo Amor A. Vidal, Chairperson TIAC, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan pesat yang dicapai PT PAL dalam pembangunan kapal LD kedua. “Ini adalah pencapaian luar biasa bagi PT PAL dan kami yakin bahwa kapal ini akan memenuhi semua persyaratan dan spesifikasi yang kami inginkan,” ujarnya.
Capt Emerson F Oxales PN (GSC), Chairman PNOR, juga menggarisbawahi komitmen PT PAL dalam memprioritaskan kualitas pada setiap produknya. “Kami selalu terkesan dengan dedikasi dan profesionalisme PT PAL dalam membangun kapal-kapal berkualitas tinggi,” ungkapnya.
Upacara Keel Laying ditandai dengan penyerahan koin Keel Laying Landing Dock Philippines kedua dari Iqbal Fikri kepada Capt Leo Amor A. Vidal. Prosesi ini kemudian dilanjutkan dengan peninjauan teknis oleh tim TIAC dan PNOR ke area workshop.
Kapal LD kedua untuk Angkatan Laut Filipina ini memiliki bobot mencapai 7.400 ton dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional maritim mereka. Kapal ini mampu berlayar hingga 30 hari dan menjadi solusi ideal untuk berbagai misi di kawasan Asia Tenggara.
Kemampuan PT PAL Indonesia dalam Membangun Kapal Perang
PT PAL Indonesia telah lama diakui sebagai salah satu perusahaan manufaktur maritim terdepan di Indonesia. Perusahaan ini memiliki kapabilitas mumpuni dalam merancang, membangun, dan memelihara kapal perang, kapal niaga, serta produk-produk maritim lainnya.
Keberhasilan PT PAL dalam menyelesaikan proyek ekspor kapal perang ke Filipina ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat pertahanan maritim nasional. Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks saat ini, kemampuan maritim yang mumpuni menjadi elemen penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas negara. [rea/beq]






