Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya melalui Fakultas Teknik (FT) menerapkan aplikasi Analisis Beban Kerja untuk memantau kinerja tenaga kependidikan. Inovasi ini dibuat untuk menciptakan efisiensi kerja.
“Ini bagian dari upaya FT meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, serta memastikan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kependidikan,” kata Dekan FT Untag Surabaya Dr Sajiyo, Senin (20/5/2024).
Ia mengatakan, inisiasi pembuatan aplikasi analisis beban kerja ini dipicu kurangnya pemantauan kinerja pada tenaga kerja di FT Untag Surabaya.
Aplikasi ini nantinya akan memantau hasil kinerja, memudahkan distribusi pekerjaan, menyediakan pemetaan beban kerja yang komprehensif, mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab lebih akurat.
“Selama ini kita telah bekerja keras, namun sulit untuk memantau karena jumlah tenaga kerja yang banyak dan penempatan ruangan yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Sajiyo berharap agar ke depan para pimpinan dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi tenaga kependidikan FT Untag Surabaya.
“Dengan adanya analisis beban kerja ini, seluruh kinerja dapat terpantau, memungkinkan kita untuk mengambil tindakan yang sesuai, seperti dukungan atau pelatihan yang dibutuhkan,” tuturnya.
Kepala Tata Usaha FT Untag Surabaya Gatot Edi Widodo SE mengaku, dengan aplikasi ini pekerjaan sehari-harinya dapat terdokumentasikan dengan baik. Menurutnya, aplikasi ini memberikan gambaran yang jelas terkait tugas yang harus dikerjakan.
“Pekerjaan sehari-hari terdokumentasi dengan baik, sehingga di masa mendatang dapat dievaluasi untuk pembenahan yang diperlukan,” kata Widodo.
Adanya analisis beban kerja di Fakultas Teknik tidak hanya membantu pemantauan dan evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi alat penting untuk perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia.
Aplikasi ini memungkinkan manajemen fakultas untuk melakukan evaluasi kinerja yang lebih objektif dan mendeteksi ketimpangan beban kerja dengan lebih efektif.
Tenaga kependidikan FT Untag Surabaya memulai penggunaan aplikasi Analisis Beban Kerja pada pertengahan Mei 2024, mengisi sesuai dengan tugas harian mereka.
Implementasi analisis beban kerja akan disesuaikan dengan beban kerja masing- masing individu, termasuk estimasi jam kerja normal per hari serta batas waktu overload selama jam kerja. [ipl/ian]






