Blitar (beritajatim.com) – Minat baca masyarakat Kabupaten Blitar saat ini mencapai 62,5 persen melebihi Pemkab 61 persen. Di sisi lain, terjadi pergeseran tren minat baca masyarakat.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusarsip) Kabupaten Blitar, Dela Efa Neli, menyatakan ada pergeseran minat baca dari masyarakat. Bukan lagi buku cetak, e-book dan berita online menjadi bahan bacaan yang banyak diminati saat ini.
“Targetnya tahun 2024 ini dapat mencapai 64,3 persen. Dari survei tingkat kegemaran membaca ini, terbagi menjadi dua bagian. Yakni minat baca dari buku tekstual dan akses internet. Rata-rata mereka banyak di askes internet,” ujar Dela, sapaan akrabnya.
E-book dan buku atau berita di internet banyak diminati untuk dibaca oleh masyarakat. Sebab, dipengaruhi dengan lingkungan keluarga, kebiasaan dan budaya modern.
Selain itu, lingkungan sekolah atau kampus juga berpengaruh besar karena saat ini banyak pembelajaran yang memakai perangkat digital.
Perubahan budaya digital ini yang membuat masyarakat lebih sering mengakses sumber nformasi di internet. Bila tidak dibekali dengan literasi yang baik, masyarakat banyak menerima informasi yang kurang valid. Sehingga hal itumenjadi tantangan Disperpusarsip untuk dapat menambah minat baca dengan literasi yang berkualitas.
Dela menyebut sudah berusaha menyasar sekolah-sekolah untuk mengadakan progam perpustakaan keliling. Tentu dengan dibungkus hal-hal yang tidak membosankan, yakni mendongeng, read aloud, membaca nyaring, pembacaan puisi dan literasi lainnya.
“Kami mengonsep kegiatan perpustakaan keliling untuk anak sekolah dapat menyukai literasi. Karena literasi tidak hanya membaca, namun bisa bermusik, puisi, dan lainnya. Bahkan kami baru saja mengadakan pelatihan mendongeng untuk guru SD, agar diterapkan di sekolah,” ungkapnya.
Sayangnya, perpustakaan keliling hanya beroperasi dalam dua kali dalam seminggu. Karena Disperpusarsip kekurangan tenaga pustakawan yang membidangi progam perpustakaan keliling. Hanya ada 9 pustakawan termasuk kepala bidang, yang ikut pergi ke sekolah dengan memakai mobil perpustakaan keliling.
Perempuan berkaca mata ini menyebut sekolah di hampir semua daerah di Kabupaten Blitar sudah pernah dikunjungi. Namun akhir-akhir ini pihaknya sering mengunjungi sekolah yang ada di Kecamatan Ponggok, Sutojayan, dan Wlingi.
“Sebenarnya permintaan untuk sekolah ingin dikunjungi perpustakaan keliling itu banyak. Namun kami keterbatasan petugas. Juga ingin mengunjungi sekolah yang terpencil. Semoga saja ke depan bisa dapat merata kunjungannya,” pungkasnya. [owi/beq]






