Malang (beritajatim.com) – Tim Spectra Tri Gonometri yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil S1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih Juara 3 National Tender Competition The 21st CENS 2024 di Universitas Indonesia pada 23-27 April 2024 lalu. Menariknya saat membuat proposal mereka hanya punya waktu 10 hari sebelum batas pengumpulan alias mepet.
Tim Spectra terdiri atas M. Rafiqy Farhan, Ricky Indra S, dan Anur Firmansyah (2221028). Mereka bersaing dengan total 50 tim dari seluruh Indonesia. Tim Spectra Tri Gonometri ITN Malang masuk babak final bersama tim dari UI, UNS S1, UNS D3, dan ITB.
Perwakilan kelompok, M. Rafiqy Farhan menerangkan bahwa sebenarnya panitia telah memberi waktu satu bulan. Namun, Rafiqy Farhan dan koleganya Ricky Indra harus menjalani praktek kerja lapangan (PKL) sehingga baru bisa mempersiapkan proposal 10 hari jelas hari pengumpulan.
Rafiqy menjelaskan, dalam dunia konstruksi, proses tender pengadaan barang/jasa menjadi kegiatan yang wajib dipahami seorang engineer. Tim Spectra Tri Gonometri ditantang membuat tender dengan menerapkan prinsip konstruksi berkelanjutan untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
Untuk lokasi pembangunan di Pulau Dewata Bali dimana pertumbuhan pariwisata meningkat pesat. Timnya diminta membuat tender proyek gedung mall di Bali, dengan dua basement, dan lima lantai.
“Rancangan kami akan menjadi salah satu destinasi impian bagi turis mancanegara maupun lokal Bali. Itu membutuhkan dukungan bangunan yang aman dan nyaman. Tender proyek konstruksi sangat penting untuk semua pihak yang terlibat dalam pembangunan,” ujar Farhan sapaannya saat ditemui bersama Anur Firmansyah di Ruang Humas ITN Malang, beberapa waktu lalu.
Spectra Tri Gonometri membuat penawaran untuk pekerjaan struktur dengan penawaran harga 180 miliar. Sesuai tema lomba Implementing Sustainable Constructions Principles in Order to Reduce Environmental Damage dalam tender mereka menawarkan alat, material, teknologi, serta inovasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Untuk teknologinya Spectra Tri Gonometri menggunakan inovasi spectra app untuk simulasi, alat laser launcher, dan ada juga drone AR Viar. Drone AR Viar untuk memvisualisasikan area-area bagunan gedung.
“Dari dokumentasi drone kami bisa melihat kemajuan harian, mingguan untuk mengakses area gedung yang sulit dijangkau,” lanjutnya.
Sementara untuk K3, tim berinovasi memanfaatkan washing bay atau car wash. Hal itu dalam proses pembersihan kendaraan/ alat proyek yang kotor, sekaligus untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekitar.
Tim yang dibimbing dosen Teknik Sipil ITN Malang Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., ini saling membagi pekerjaan. Farhan menyusun dokumen penawaran, dokumen administrasi teknis dan strategi, serta rencana analisis K3. Ricky menyusun penjadwalan dan RAB (rencana anggaran biaya). Sedangkan Anur membantu Ricky dalam mengerjakan RAB.
“Agak kesulitan saat menentukan harga satuan dari daerah Bali. Karena posisi kami kan di Malang. jadi kami mencari harganya di e comers. RAB yang dikerjakan banyak, jadi harus dua orang. RAB digunakan untuk memberi masukan biaya proyek bangunan,” jelas Farhan, mahasiswa asal Samarinda tersebut. [dan/aje]






