Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2024, Grup Merdeka menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai aksi dilakukan di berbagai lokasi operasi tambangnya, mulai dari aksi bersih pantai hingga reklamasi lahan bekas tambang.
Di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, Operasi Tambang Tembaga Wetar yang dikelola oleh PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) mengadakan Aksi Bersih yang melibatkan lebih dari 200 karyawan. Sampah-sampah di area camp facility dipilah dan diolah dengan tepat.
Sampah plastik dibakar di Insinerator, sedangkan sampah sisa makanan diubah menjadi kompos untuk persemaian bibit.
“Kegiatan dalam rangka Hari Bumi ini adalah bagian dari refleksi dukungan para karyawan terhadap berbagai upaya pengelolaan lingkungan hidup di site Wetar. Harapannya dari kebiasaan baik ini, Operasi Tambang Tembaga Wetar menjaga ekosistem secara berkelanjutan” ujar Rudi Prabowo, Enviromental Manager BKP-BTR.
Di Gorontalo, Proyek Emas Pani mengadakan kegiatan bersih pantai di pesisir Teluk Tomini bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pekerja Proyek Emas Pani dalam menjaga kebersihan pantai dari sampah.
Kevin Philips Barakati, salah satu tim Departemen Environment Proyek Emas Pani mengatakan kegiatan ini menjadi langkah nyata perusahaan untuk menggerakkan karyawan agar lebih peduli terhadap lingkungan, dalam hal ini lingkungan pantai agar bersih dari sampah.
“Memang memungut sampah adalah hal remeh, tetapi tidak semua orang mau melakukannya. Perlu disadari, walaupun seperti terlihat remeh namun jika dilakukan secara kolektif dan konsisten, dapat memiliki dampak yang luar biasa” Kata Kevin.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengelola Operasi Tambang Tujuh Bukit menunjukkan keberhasilannya dalam reklamasi lahan bekas tambang. Sejak 2016, BSI telah mereklamasi 71,2 hektare lahan tanpa menunggu operasi pertambangan selesai. Upaya ini telah membuahkan hasil dengan kembalinya satwa liar seperti Merak Hijau, Kijang, Landak, dan Elang Jawa ke kawasan tersebut.
“Lutung banyak yang datang, karena mungkin sudah ada sumber makanan. Dulunya areal di sini terbuka tanpa ada tutupan pepohonan. Lalu kita tanami, sehingga bisa jadi sumber makanan dan tempat tinggal mereka untuk berkembang biak,” ujar Faisal Muslim, Superintendent Reklamasi Lahan PT BSI.
Lebih dari itu, BSI juga telah menuntaskan kewajiban penyerahan Lahan Kompensasi kepada pemerintah seluas 1990,79 hektare di Bondowoso dan Sukabumi. Lahan ini akan direboisasi dan menjadi hutan baru.
Komitmen Merdeka Group terhadap kelestarian lingkungan ini sejalan dengan tiga tujuan SDG’s (Sustainable Development Goals) di bidang lingkungan, yakni pengelolaan air, penanganan perubahan Iklim, dan rehabilitasi lingkungan terkait Ekosistem Daratan.
Grup Merdeka juga menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015 di semua operasi tambangnya. Hal ini menunjukkan keseriusan Grup Merdeka dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Upaya-upaya Merdeka Group ini patut diapresiasi sebagai contoh bagi perusahaan lain untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. [rea/ian]






