Jombang (beritajatim.com) – Investasi di Jombang terus digenjot guna menumbuhkan iklim ekonomi yang sehat. Namun demikian, hal itu buka tanpa kendala. Banyak banyak aral melintang untuk menumbuhkan iklim tersebut. Mulai dari ribetnya perizinan hingga pungutan.
Untuk membedah sengkarut tersebut PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jombang menggelar Focus Grup Discusion (FGD) bernama JIF (Jombang Invesment Forum) di Green Red Syariah Hotel Jombang, Selasa (23/4/2024). Para pelaku usaha di Kota Santri dihadirkan dalam forum tersebut.
Acara dipandu oleh aktivis Jombang Aan Anshori. Walhasil, forum berlangsung dinamis. Para pelaku usaha curhat tentang apa yang dilakukan selama ini. Permasalahan-permasalahan dibeber di depan forum itu.
Ketua PWI Jombang M Mufid menjelaskan bahwa JIF sengaja digelar dalam rangka peringatan HPN (Hari Pers Nasional) 2024. Forum tersebut sebagai wadah bagi pelaku usaha dan investor untuk menumpahkan masalahnya seputar dunia bisnis.
“Sehingga kehadiran wartawan bukan hanya menulis berita. Tapi juga menjadi fasilitator dalam memecahkan masalah. Harapan kami, dengan JIF ini bisa mengurai benang kusut investasi di Jombang,” ujar Mufid, Rabu (24/4/2024).
Mufid mengungkapkan, FGD tersebut mendapat sambutan hangat dari para pengusaha. Terbukti para pelaku usaha skala kecil hingga besar hadir dalam JIF. Setelah FGD dengan pengusaha, PWI Jombang akan menggelar FGD lanjutan.
“FGD lanjutan atau kedua kita gelar besok lusa. Audiennya adalah pemangku kebijakan atau Forkopimda. Nah, hasil FGD pertama kita bahas di pertemuan kedua dengan Forkopimda itu. Sehingga permasalah yang muncul segera dicarikan solusinya,” pungkas wartawan Net TV ini. [suf]






