Malang (beritajatim.com) – Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid mendapat apresiasi khusus dari PJ Bupati Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto karena dinilai peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikan PJ Bupati saat menghadiri halal bihalal bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo di PP Nurul Jadid.
Ugas menilai PP Nurul Jadid telah banyak memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat di daerah itu. Bahkan, menurutnya setiap mendengar ceramah atau ngobrol bersama KH Abdul Hamid Wahid (Kepala Ponpes Nurul Jadid), pasti tidak akan lepas dari pembahasan mengenai masalah ekonomi kerakyatan.
“Beliau sangat peduli, karena memang saat ini untuk bagaimana negara menjadi besar, salah satu penopang yang harus kuat adalah ekonomi,” ungkapnya.
Acara halal bihalal di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid itu, Ugas menukil hadits nabi yang berbunyi agar “Carilah ilmu meskipun ke negeri China,” yang ternyata, kini, China menjadi kukuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
“Sejak saya menjabat Pj Bupati Probolinggo, Pesantren Nurul Jadid terus memberikan banyak dukungan terkait program yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten,” ungkap Pj Bupati tersebut.
Pimpinan yang ada di Pemerintah Kabupaten Probolinggo, termasuk Kapolres, Dandim dan Kajari, menyampaikan terima kasih kepada Pesantren Nurul Jadid. Menurutnya, selama ini ikut memberi andil dalam menjaga kondusifitas di masyarakat.
Pondok Pesantren Nurul Jadid luar biasa, lanjut Ugas. Suaranya selalu didengar oleh masyarakat, sehingga kalau Nurul Jadid sudah menggemakan sesuatu masyarakat pasti ikut.
Selain itu, mantan Sekda Pemkab Probolinggo ini juga menyinggung tentang Pemilu 2024, baik pilpres maupun pileg, yang berlangsung aman di Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, saat pilpres dan pileg, Kabupaten Probolinggo cukup kondusif, aman, dan terkendali.
“Sejak dirinya menjadi sekda, telah banyak dukungan dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, sehingga sangat mudah menjalankan program pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat. Karena itu, forkopimda berterima kasih kepada seluruh insan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Ia juga menegaskan, jika Kabupaten Probolinggo ingin kondusif maka kita sebagai masyarakat dan tokoh harus saling menghormati, saling memaafkan. Menurutnya Pondok Pesantren Nurul Jadid yang telah menjalankan pendidikan berbasis keagamaan dengan sangat baik.
Bagi Pj Bupati Probolinggo pesantren telah menjadi pendidikan favorit para orang tua dan masyarakat. Pesantren bukan hanya mengajarkan pendidikan agama melainkan juga pelajaran umum. “Hal ini telah dicontoh oleh lembaga pendidikan non pesantren. Kalau kita saling menghormati, saling memaafkan, insya Allah Probolinggo akan tetap kondusif apalagi di tahun politik seperti sekarang ini,” ujarnya menutup. (dan/kun)






