Jakarta (beritajatim.com) – Deforestasi dan degradasi hutan telah menimbulkan kerusakan besar pada lanskap hutan global. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa antara tahun 2010 dan 2015, sebanyak 122,29 juta hektar tutupan hutan hilang, setara dengan 5% dari total luas hutan alami pada tahun 2010.
Selain dampak sosial-ekonomi dan lingkungan, deforestasi dan perubahan penggunaan lahan menjadi sumber emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar kedua yang disebabkan oleh aktivitas manusia, dan berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim. Uni Eropa, sebagai salah satu importir utama komoditas terkait deforestasi, dengan lebih dari 60% kakao dan 50% kopi dunia dipasarkan ke Eropa, turut mengambil langkah penting untuk memerangi deforestasi.
Regulasi Uni Eropa tentang Deforestasi (EUDR) telah diberlakukan, mewajibkan perusahaan yang mengimpor atau memproses komoditas seperti minyak sawit, kakao, kopi, karet, kayu, kedelai, produk ternak, dan turunannya, untuk mematuhi regulasi ini. Lebih dari 50.000 perusahaan, termasuk non-Uni Eropa yang melakukan perdagangan di Eropa, diwajibkan untuk mematuhi regulasi yang mulai berlaku pada 31 Desember 2024 ini.
KOLTIVA, perusahaan teknologi global terkemuka di bidang pertanian berkelanjutan, hadir dengan solusi inovatif untuk membantu perusahaan mencapai kepatuhan terhadap EUDR. Solusi EUDR KOLTIVA dirancang untuk membantu perusahaan dalam:
Pengumpulan Data: Mengumpulkan data terkait asal-usul produk, termasuk data geolokasi spesifik, untuk memastikan produk bebas deforestasi dan mematuhi regulasi setempat.
Pengukuran Risiko: Mengidentifikasi dan menilai risiko deforestasi dalam rantai pasokan.
Mitigasi Risiko: Menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi risiko deforestasi, seperti pelatihan petani dan bantuan dalam memperoleh legalitas tanah.
Due Diligence: Melakukan uji tuntas untuk memastikan kepatuhan terhadap EUDR.
Pelaporan: Melaporkan kepatuhan terhadap EUDR kepada otoritas terkait.
Solusi EUDR KOLTIVA terdiri dari tiga pilar utama:
KoltiTrace MIS: Platform pemetaan dan ketertelusuran yang membantu pemasok swadaya untuk memenuhi peraturan EUDR.
KoltiSkills: Layanan lapangan dan bantuan pihak ketiga untuk membantu perusahaan dalam proses implementasi pengadaan bahan berkelanjutan.
Verifikasi Data: Solusi bagi produsen untuk memetakan dan memverifikasi data rantai pasokan mereka secara mandiri.
Manfred Borer, CEO dan Co-Founder KOLTIVA, menyatakan EUDR bukan hanya regulasi, tetapi sebuah misi penting untuk memerangi deforestasi dan mencapai netralitas iklim.
“KOLTIVA berkomitmen untuk membantu perusahaan mematuhi EUDR dan membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.”ujar Manfred Borer dalam keterangan tertulis kepada beritajatim.com, Selasa (16/4/2024).
KOLTIVA yakin bahwa solusinya dapat membantu perusahaan mencapai kepatuhan terhadap EUDR secara efisien dan efektif. Dengan bekerja sama dengan KOLTIVA, perusahaan dapat berkontribusi dalam memerangi deforestasi dan melindungi planet kita. (ted)
![Deforestasi dan EUDR: KOLTIVA Meluncurkan Solusi Inovatif untuk Membantu Perusahaan Mematuhi Regulasi Kawasan hutan di Blok Megolamat Gugusan, Gunung Anjasmoro tepatnya di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto yang terbakar. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231009-WA0007.jpg)





