Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memprediksi bakal adanya kenaikan konsumsi daging hingga 10 persen pada Lebaran tahun ini. Kondisi itu terlihat dari seiring meningkatnya permintaan daging masyarakat banyuwangi.
“Pada hari biasa, Banyuwangi rata-rata membutuhkan 4,2 ton daging sapi untuk memenuhi kebutuhan warga setiap hari. Jumlah itu setara dengan kira-kira 40 ekor sapi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, Kamis (28/3/2024).
Sedangkan, kebutuhan konsumsi untuk daging ayam, sekitar 20 ton per hari. Meski demikian, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memastikan stok daging masih aman.
“Kalau stok daging, Banyuwangi aman. Tiap tahun surplus,” terangnya.
Biasanya, kata Arief, kenaikan konsumsi ditambah naiknya permintaan juga mempengaruhi harga daging. Namun, berdasarkan pantauan saat ini tidak terjadi lonjakan harga daging sapi dan ayam di Kabupaten Banyuwangi menjelang Lebaran.
“Ada kenaikan tapi tidak signifikan. Harga daging sapi di tingkat pedagang yakni dikisaran Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram (kg). Sementara harga daging ayam berkisar Rp35 ribu per kg,” jelasnya.
Petugas Dispertapangan Banyuwangi juga mendatangi sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Dinas melakukan pengecekan memastikan daging sapi dan ayam yang dijual ke warga aman untuk dikonsumsi.
Petugas memeriksa beragam sample daging yang dijajakan oleh pedagang. Mereka dilengkapi alat untuk mendeteksi jika ada temuan daging yang tidak aman dikonsumsi.
Di antaranya, alat pengukur kadar air untuk mengetahui apakah daging yang dijual merupakan daging gelonggongan atau tidak. Alat-alat lain untuk mengecek kandungan kimia masing-masing daging.
“Inspeksi ini kami lakukan menjelang Lebaran, yang tentunya konsumsi daging meningkat dan kami ingin memastikan daging yang beredar aman dan layak konsumsi,” kata Arief.
Termasuk, petugas juga mengecek proses dan tata cara penyembelihan sapi. Pengecekan ini dilakukan menyeluruh untuk memastikan tak ada kecurangan dalam proses jual beli daging di Banyuwangi.
“Ini sudah rutin dilakukan secara berkala. Selama pengecekan kami, belum pernah ada kecurangan yang kami temukan. Semoga tidak akan ada,” pungkas Arief. [rin/beq]






