Kediri (beritajatim.com) –. Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri mengadakan acara silaturahim dan buka puasa bersama Ramadhan 1445 Hijriah. Dalam acara tahunan ini juga diisi dengan pemberian santunan anak yatim dan kaum duafa serta tausiah agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Moch. Qoyyim dalam tausiahnya mengatakan, bulan ramadhan itu ibaratnya kompetisi sepak bola, ada babak penyisihan, babak semi final dan babak final. Sekarang selesai babak penyisihan menuju babak semi final.
“Kita berdoa bersama mudah-mudahan kita mampu bertahan pada babak semifinal dan bertahan selesai sampai babak final. Hadiahnya adalah pembebasan dari neraka, siapapun itu dan di manapun dia berada,” kata Moch. Qoyyim.
Seorang lelaki menjadi rebutan banyak wanita itu karena ada suatu kelebihan yang bisa diharapkan. Demikian halnya surga. Apakah orang pintar, kaya, ganteng, separo ganteng, mereka rebutan untuk mencari surga. Tapi yang aneh adalah justru surga yang mencari penghuninya. Lalu siapa yang dicari surga? Yang pertama adalah istiqomah membaca alquran (taalil quran), dimanapun dan kapanpun.
Yang kedua adalah orang yang senatiasa mampu dan mau menjaga lisan dari perkataan kotor (hafidzul lisan). Pasca pemilu ini muncul statement dari beberapa pihak yang mengarah ke pertengkaran atau kisruh.
“Kita tidak usah ikut-ikutan, terpenting adalah bagaimana hidup bisa aman, mencari rezeki lancer, ibadah senantiasa istikomah, itu yang harus kita lakukan biar kita itu tetap dapat nilai tambah di hadapan Alloh, dan orang tersebut pasti akan dicari surga Alloh SWT,” tuturnya.
Termasuk Kota Kediri saat ini adalah kota terdamai nomor 4. Damainya kota kediri tidak lepas karena masifnya silaturohim FORKOPIMDA, TNI, POLRI, para tokoh yang tergabung dalam FKUB, serta elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Kediri.
Yang ketiga adalah orang yang memberi makan orang kelaparan (muth’imul ji’aan). Moch. Qoyyim mengapresiasi Pondok Pesantren Wali Barokah yang tiap tahun membagikan santunan untuk anak yatim dan dhuafa. Sodakoh semampu dan sekuatnya walaupun banyak tapi dengan cara yang tidak baik akan bikin masalah.
Sebaliknya jika sodakoh sedikit tapi baik cara menyampaikannya insya Alloh ada manfaat dan maslahahnya. “Karena orang berbagi itu mesti akan menarik rizki dan akan menolak bencana dan musibah (tajlibur rizqo watathfaul bala),” ujar Moch. Qoyyim.
Yang paling akhir, orang yang paling dirindukan surga atau dicari surga adalah orang yang senantiasa bertahan untuk senantiasa berpuasa sepanjang satu bulan penuh atau di bulan ramadhan ini (wasshooimiina fi syahri romadhon).
“Dalam kondisi apapun dan dimanapun berada, upayakan tetap bertahan puasa di bulan ramadhan. Karena bulan ramadhan bulan yang penuh dengan nilai tambah, tambah pahalanya tambah nikmatnya dan tambah syukurnya,” tambahnya.
Di akhir tausiyahnya, Moch. Qoyyim kagum dengan Ponpes Wali Barokah yang menurutnya luar biasa melembaga di mana-mana. Ponpes Wali Barokah adalah partner seperjuangan dalam membangun dan membesarkan Kota Kediri dari bidang agama.
“Mudah-mudahan tetap eksis tetap istiqomah tetep bersama-sama mengabdi dan menjadikan pionir demi kepentingan bangsa dan negara, konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Moch. Qoyyim. [nm/but]






