Surabaya (beritajatim.com)– Banjir dan longsor yang melanda Pesisir Selatan sejak 7 Maret 2024 telah meninggalkan banyak kerusakan. Warga terdampak masih berjuang untuk kembali ke kehidupan normal. Salah satu kebutuhan mendesak yang mereka hadapi adalah air bersih dan pangan.
Melihat kondisi ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat untuk membantu. Mensos Tri Rismaharini menginstruksikan jajarannya untuk menyediakan air bersih dan makanan bagi warga terdampak.
Bantuan Air Bersih
Petugas Kemensos memasang instalasi “water treatment” di beberapa lokasi terdampak, seperti di Kecamatan Batang Kapas dan Sutra. Hal ini dilakukan karena sumber air tradisional tercemar lumpur dan akses air bersih terputus.
Selain itu, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendistribusikan 20.000 liter air bersih setiap hari. Mereka berkeliling desa dengan tangki air 5.000 liter untuk membantu warga yang membutuhkan.
Bantuan Pangan
Tagana juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi warga terdampak. Mereka membagikan 2.000 nasi bungkus untuk berbuka puasa dan sahur sampai warga bisa kembali beraktivitas normal.
Dapur Umum Kemensos didirikan untuk menyediakan makanan siap santap. Para relawan, termasuk Tagana, pendamping PKH, dan Tenaga Sosial Pendamping Kecamatan (TKSK), bahu membahu memasak untuk membantu warga.
Apresiasi Warga
Warga terdampak sangat mengapresiasi bantuan Kemensos. Rumi, warga Desa Sungai Nyalo, mengaku senang dengan bantuan air bersih. Sebelumnya, dia harus berjalan 3 km untuk mendapatkan air.
“Kami senang sekali sangat membantu, soalnya jarak 3 kilo ambil air jauh sekali kan, sekarang udah ada disini bisa kami ambil untuk bersih-bersih, untuk cuci, untuk masak kami ambil 2 hari sekali pagi dan sore,” ungkap Rumi.
Bantuan Kemensos ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir dan longsor di Pesisir Selatan. [ADV/aje]






