Jember (beritajatim.com) – Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami inflasi antartahun atau year-on-year sebesar 2,01 persen pada Februari 2024. Terjadi kenaikan indeks dari 102,91 pada Februari 2023 menjadi 104,98 pada Februari 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik Jember Tri Erwandi mengatakan, kelompok ini terdiri dari satu subkelompok, yaitu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman. “Kelompok ini pada Februari 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi antartahun sebesar 0,19 persen,” katanya, dalam siaran pers, Sabtu (2/3/2024).
Komoditas yang dominan memberikan andil atau /sumbangan inflasi antartahun adalah nasi dengan lauk sebesar 0,03 persen. Sementara rawon memberikan andil sebesar 0,02 persen; soto sebesar 0,02 persen; teh siap saji sebesar 0,02 persen dan capcai sebesar 0,02 persen.
Rwon dan capcai juga memberikan sumbangan inflasi antarbulan, masing-masing sebesar 0,02 persen. “Kelompok ini sendiri pada Februari 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi month-to-month sebesar 0,03 persen,” kata Erwandi.
BPS mencatat, inflasi antartahun atau year-on-year Kabupaten Jember pada Februari 2024 mencapai 2,22 persen. Jauh lebih baik dibandingkan inflasi antartahun pada Februari 2023 yang mencapai 7,21 persen. Inflasi antartahun terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Inflasi antartahun terbesar ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,21 persen, disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,93 persen. [wir]






