Malang (beritajatim.com) – Paguyuban Duta Kampus Universitas Islam Negeri Maulana Maliki (UIN Maliki) Malang mengadakan grand final pemilihan duta kampus 2024. Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 5 Rektorat UIN Malang pada Selasa (27/2/2024).
Pembina duta kampus UIN Maliki Malang, Whida Rositama, M.Hum., menjelaskan bahwa pemilihan duta kampus untuk melahirkan role model mahasiswa yang ulul albab. Selain itu, duta kampus bertugas sebagai ambassador kampus, promosi, dan menjaga nama baik almamater UIN Malang.
“Hari ini grand final, sebelumnya kita sudah melewati berbagai tahapan mulai dari seleksi administrasi, pembekalan, karantina, maupun tes bakat. Sampai terpilih 10 duta putra dan 10 duta putri. Kemudian terpilih tiga juara, winner, 1st runner up, 2nd runner up, dan juara favorit. Jadi ada empat pasang pemenang,” ungkap Miss Whida, sapannya.
Adapun winner putra duta kampus UIN Maliki Malang diraih Raihan mujayyid, 1st runner up diraih Akhmad Saleh, dan 2nd runner up diraih
Dzawil Uqola. Winner putri duta kampus UIN Maliki Malang diraih Uswatun Hasanah, Annisa wulandari sebagai 1st runner up, dan Raisa Amanda sebagai 2nd runner up.
Whida menjelaskan, perbedaan duta kampus UIN Maliki Malang dengan yang lain karena duta UIN Malang memiliki nilai ulul albab. Penerapan nilai ulul albab dari duta kampus dijadikan contoh untuk seluruh mahasiswa.
“Perbedaan utamanya dari segi religiusitas. Hanya di UIN Maliki Malang kampus yang punya asrama pesantren atau ma’had. Duta kampus kami juga telah melewati tes mengaji sebelum terpilih sebagai pemenang,” ujarnya.
Miss Whida berharap duta kampus ke depan bisa menjadi ini representasi UIN Malang. Seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya untuk melaksanakan program kerja promosi UIN Malang ke sekolah SMA.
“Kami mengajak siswa SMA untuk mengetahui UIN Malang , jurusan, dan bagaimana alur masuk kampus ini. Apalagi tahun 2024 ini Kampus 3 UIN Malang sudah mulai aktif sehingga ada penambahan jurusan dan jumlah mahasiswa,” katanya menutup.
Ketua pelaksana pemilihan duta kampus, Muhammad Zahid Zakhrafi menjelaskan, pemilihan ini dimulai pada awal desember tahun 2023. Peminatnya ada sekitar 60 mahasiswa.
“Proses seleksinya ada beberapa tahapan. Tahap pertama diikuti sekitar 60 mahasiswa untuk seleksi administrasi seperti curriculum vitae, kartu hasil studi, dan prestasi akademik dengan minimal IPK 3,5. Tahap kedua tersisa 43 orang. Tahap kedua meliputi sesi wawancara dan Focus Group Discussion,” ungkap Zahid.
Zahid menjelaskan saat sesi wawancara peserta duta kampus di tes tentang kemampuan membaca Al-Qur’an dan kemampuan berbahasa asing. Kemudian, tahap ketiga tersisa 30 orang untuk mengikuti tes bakat.
“Pada tahap terakhir kita pilih 10 besar, ada 10 putra dan 10 putri. Setelah itu kita adakan karantina selama dua hari, pada sabtu dan minggu. Saat karantina, ada kelas soal public speaking, beauty class, latihan bakat, dan persiapan untuk grand final,” jelasnya.
Setelah terpilih, empat pasang finalis duta kampus UIN Malang bertugas sebagai perwakilan kampus. Terdapat dua tugas yang diemban, yaitu tugas lingkup kampus dan luar kampus.
“Untuk tugas luar mereka menghadiri perhelatan duta dari kampus lain. Selain itu, ada juga program kerja ke panti asuhan yang menjadi salah satu tugas di dalam lingkup kampus,” ujar ketua pelaksana pemilihan duta kampus ini.
Dijelaskan Zahid bahwa pemenang duta kampus UIN Maliki Malang adalah sosok yang komplit. Dari segi akhlak, etika, cara berbicara, dan cara berpenampilan semuanya komplit. Bahkan, proses penilaian tidak hanya sehari saja, tetapi akumulasi dari penilaian saat wawancara maupun karantina.
Disinggung soal manfaat sebagai duta kampus UIN Maliki Malang, Zahid memandang salah satunya bisa memiliki banyak relasi. Selain itu, ia merasa punya tugas yang tidak bisa dimiliki kebanyakan mahasiswa.
“Kelebihan sebagai duta yang saya rasakan pertama memiliki tugas yang tidak dimiliki oleh kebanyakan mahasiswa. Kedua lebih dekat dengan internal kampus. Ketiga, kita bisa membangun banyak relasi karena nanti bertemu duta dari berbagai institusi baik lingkup Malang, maupun luar Malang,” tutup mahasiswa semester 6 di UIN Maliki Malang tersebut. (dan/kun)






