Malang (beritajatim.com) – Kantor baru Satpas SIM Prototipe di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang resmi beroperasi pada Senin (26/2/2024). Peresmian kantor pembuatan SIM modern ini dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 28 Desember 2023 lalu.
Sebagai langkah awal, 100 keluarga pra sejahtera dari wilayah Malang Selatan mendapatkan fasilitas pembuatan SIM baru secara gratis dari Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana. Kholis juga berjanji akan memberikan kemudahan khusus bagi penyandang disabilitas dalam proses pembuatan SIM baru di Kabupaten Malang.
“Sarana dan prasarana terus kita lengkapi, dibantu juga dari Korlantas Polri. Termasuk kemudahan bagi penyandang disabilitas. Ujian praktek dan teori pasti ada perbedaan perlakuan ya, pasti akan kita fasilitasi bagi kawan kawan difabel, kita beri ruang karena memang mereka ini ada kelompoknya, kita komunikasikan secara khusus agar pelayanannya bisa lebih cepat,” terang Kholis saat meninjau Satpas SIM Prototipe.
Satpas SIM Prototipe Kepanjen merupakan yang pertama di Jawa Timur dan menjadi solusi bagi masyarakat di Malang Selatan yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke Satpas SIM Singosari di Malang Utara.
“Satpas Prototipe ini memang satu satunya di Jawa Timur, baru di Malang saja. Jadi kalau Satpas Singosari itu kita fungsikan. Jadi ada dua Satpas. Bisa melayani masyarakat di Malang bagian Utara dan masyarakat di Malang bagian Selatan. karena memang wilayah Kabupaten Malang ini kan sangat luas ya,” beber Kholis.
Satpas SIM Prototipe Kepanjen dilengkapi dengan fasilitas canggih dan modern, termasuk sensor motorik dari scan wajah hingga sidik jari pemohon SIM, sehingga meminimalisir keberadaan calo dan upaya pungli.
“Kami ingin kantor Satpas Prototipe ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang. Sebagai trial kami utamakan 100 keluarga pra sejahtera di Malang Selatan yang kami layani pada Minggu lalu,” pungkas Kholis.
Lintasan uji praktek SIM di Satpas Prototipe Kepanjen didesain lebih mudah dengan sensor pada barrier pinggir lintasan dan rambu-rambu lalu lintas yang menyala dan padam secara otomatis.
“Lintasan uji SIM cukup lebar, tidak ada lagi lintasan uji praktek SIM berbentuk zig-zag atau angka delapan. Pemohon SIM akan dipandu secara langsung oleh petugas,” jelas Kholis. [yog/beq]






