Mojokerto (beritajatim.com) – Stok beras jenis premium di sejumlah toko ritel modern yang ada di Kota Mojokerto kosong. Pejabat (Pj) Wali Mojokerto, Moh Ali Kuncoro bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan.
Sidak ke gudang tersebut dilakukan setelah diketahui stok beras jenis premium di minimarket dan supermarket di tiga kecamatan tersebut kosong. Selain mengecek ketersediaan dan harga beras, sidak juga dilakukan dalam persiapan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
“Pengecekan dilakukan setelah kami menerima laporan bahwa stok beras premium tidak tersedia di pasar modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Superindo. Namun masih tersedia di Swalayan Sanrio,” ungkap orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, Senin (19/2/2024).
Menurutnya, sistem pengiriman beras di toko ritel modert terpusat. Berbeda dengan Swalayan Sanrio yang masih bisa membeli stok beras premium sendiri sehingga stok masih ada. Sementara terkait harga, lanjut Mas Pj (sapaan akrab, red), pihaknya mencatat ada kenaikan yang signifikan.
“Data yang dimiliki Pemkot Mojokerto mencatat memang terjadi kenaikan harga beras premium yang signifikan. Dari harga Rp16 ribu, saat ini turun menjadi Rp15.750 per kg. Kami Pemerintah Kota Mojokerto telah membentuk prancangan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk antisipasi jika terjadi inflasi,” katanya.
“Jadi jika terjadi kenaikan harga beras medium dipasaran naik, masyarakat bisa membeli di TPID. Harga beras naik karena saat ini memang belum memasuki masa panen raya, otomatis harga gabah naik juga. Kemungkinan panen raya akan terjadi pada bulan Maret akhir,” tandasnya.
Pihaknya juga meminta kepada Kapolresta Mojokerto untuk menindak tegas jika ada yang kedapatan menimbun beras.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan, Rusli Pinca mengatakan, ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Perum Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan mencapai 5.300 ton. Stok tersebut untuk kebutuhan di wilayah Perum Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan.
“Wilayah kita ada di Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Stok kami cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 6-7 bulan ke depan. Adapun stok beras premium Bulog saat ini mencapai 50 ton yang telah disediakan berdasarkan pesanan atau pemesanan,” tambahnya.
Perlu diketahui, stok beras SPHP Bulog ini dari impor beras dari beberapa negara seperti Myanmar, Thailand, Vietnam dan Pakistan untuk memastikan ketersediaan beras di pasaran. [tin/but]







