Jombang (beritajatim.com) – RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Jombang memberikan pelayanan terbaik bagi petugas pemilu yang sakit. Meski mereka menggunakan fasilitas BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Ya, pelayanan yang diberikan tidak berbeda dengan pasien umum.
Itulah yang selama ini selalu dikedepankan oleh rumah sakit pelat merah yang berada di Jl KH Wahid Hasyim Jombang ini. Pelayanan pasien peserta BPJS dan pasien umum di RSUD ini tetap sama. RSUD Jombang tidak tebang pilih.
“Kami tidak membedakan antara pasien BPJS dengan pasien umum. Semuanya mendapat perlakuan sama. Apalagi ini petugas pemilu yang baru saja menjalankan tugas. Mereka ada yang ngedrop hingga masuk rumah sakit,” ujar Direktur RSUD Jombang DR. dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes, Senin (19/2/2024).
Pada Senin siang, Direktur RSUD Jombang DR. dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes, menerima kunjungan Pj (Penjabat) Bupati Jombang Sugiat. Kedatangan orang nomor satu di Jombang ini untuk menjenguk petugas pemilu yang sedang sakit usai menjalankan tugas.
Selain memastikan kondisi kesehatan mereka, kedatangan Pj Bupati Jombang juga ingin memastikan jika biaya pengobatan tercover pemerintah. Ada dua petugas pemilu yang menjalani perawatan di RSUD Jombang.
“Total ada 124 unsur penyelenggara Pemilu yang ditangani. Dari jumlah itu, ada 12 orang yang dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk menjalani perawatan. Rata rata mereka kelelahan. Kemudian ditambah ada penyakit penyerta hipertensi dan lain-lain jadi drop,” papar Sugiat.
Sebelum ke RSUD Jombang, Sugiat menjenguk petugas pemilu di RSUD Ploso dan Puskesmas Tembelang. “Kami juga ingin memastikan bahwa pembiayaan pengobatan mereka ditanggung pemerintah baik lewat BPJS Kesehatan maupun program pelayanan kesehatan masyarkakat miskin (yankesmaskin) jika mereka belum tercover BPJS,” tambahnya.
Direktur RSUD Jombang menambahkan, pihaknya merawat enam petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Dari jumlah tersebut, empat rawat dan dua rawat inap. “Dua yang rawat inap itu masuknya pada 16 Februari dan Minggu malam (18/2/2024). Walhasil, kondisi mereka semuanya membaik,” ujar Ning Eyik, panggilan akrab DR. dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes.
Ning Eyik juga menyampaikan terima kasih kepada Pj Bupati Jombang yang sudah menjenguk pasien dari unsur penyelenggara pemilu tersebut. Karena hal itu menjadi penyemangat bagi pasien dan keluarganya.
“Alhamdulillah, semuanya sudah tercover BPJS. Sehingga tidak ada biaya alias gratis. Meski begitu, pelayanan tetap kita optimalkan tak ubahnya sepeti pasien umum,” pungkas wanita berjilbab yang pernah menjabat sebagai Rektor Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang ini. [suf]






