Mojokerto (beritajatim.com) – Harga beras di Kota Mojokerto terus merangkak naik. Kenaikan khususnya pada beras jenis premium rata-rata Rp200 per kilogram.
Pemilik UD Via Flora, Susiati menjelaskan, kenaikan harga beras premium telah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Harga bahkan naik setiap 2-3 hari sekali.
“Kadang nggak sampai per dua hari, (kenaikan harga) per hari,” ungkapnya, Jumat (16/2/2024).
Meskipun pengiriman dari Pare di Kediri dan Jombang lancar namun kenaikan harga tetap terjadi. Harga beras premium saat ini di angka Rp16 ribu per kilogram. Sementara harga beras jenis IR 64 yang sebelumnya Rp330 ribu per 25 kg, lanjut Susiati, saat ini mencapai harga Rp370 ribu per 25 kg.
“Karena harga gabah saat ini Rp8.300, harusnya sampai Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per kilogram. Makanya banyak pengilingan kosong, pengilingan lokal tidak punya pengering. Tiga hari tidak kering, biaya pegawainya membengkak. Tiap hari masih ada kenaikan, dua-tiga hari ini pembeli turun,” katanya.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras berkisar antara Rp10.900 hingga Rp14.800 per kilogram. HET tersebut tergantung pada zona masing-masing.
Harga untuk beras premium per kilogram di Provinsi Jawa Timur per tanggal 16 Februari 2024, dari 37 data kabupaten/kota yang masuk (total 38 kota/kabupaten), harga rata-rata Jawa Timur sebesar Rp14.983 per kilogram. Harga rata-rata tertinggi di Kota Probolinggo Rp16.500 dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp12.487. [tin/beq]






