Pasuruan (beritajatim.com) – Guna menarik simpatisan pemilih, sejumlah TPS melakukan banyak cara. Salah satunya di Kecamatan Bangil, yakni TPS 12 Pogar Bangil. Pada TPS tersebut, petugas KPPS memakai jas hujan saat melayani warga.
Hal ini menjadikan kritikan kepada pemerintah yang setiap tahunnya di Kecamatan Beji selalu terdampak banjir. Mengingat saat berlangsungnya pemilu kali ini masuk pada musim penghujan.
“Ini menjadi salah satu kritikan warga, bahwa setiap hujan di Kabupaten Pasuruan selalu tergenang banjir, khususnya di Kecamatan Beji,” kata Hendry Sulfianto, Rabu (14/2/2024).
Hendry juga mengatakan bahwa di TPS ini ada total DPT 290, DPTB ada 7, meninggal dunia ada satu orang. TPS 12 Pogar Bangil juga mendapat tambahan dari Dalwa 6 orang dan juga dan satu dari Rutan Bangil.
Sementara itu, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto mengatakan bahwa dari empat TPS yang telah dikunjungi semuanya aman terkendali. Pihaknya yakin bahwa pemilu kali ini Kabupaten Pasuruan akan melebihi target sebesar 80 persen.
“Dari empat TPS yang kami kunjungi semuanya aman terkendali dan tingkat partisipasinya cukup tinggi. Kami yakin prosemtasinya nanti akan melebihi 80 persen, untuk situasinya juga sangat kondusif,” jelas Andriyanto.
Senada dengan PJ, Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Zainul Faizin mengatakan bahwa TPS 12 menjadi salah satu TPS terunik. Dirinya mengatakan bahwa ada beberapa TPS yang juga mengusung keunikannya di setiap lokasi.
“Ini menjadi TPS yang unik karena memakai jas hujan di dalam ruangan, sehingga menjadi salah satu terunik. Ada juga yang mengusung tema religi dan adat seperti yang ada di Tosari,” tambahnya. [ada/but]






