Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro secara resmi merilis data inflasi untuk bulan Januari 2024, menunjukkan bahwa kabupaten tersebut menduduki peringkat inflasi tertinggi di Jawa Timur.
Menurut rilis BPS, terdapat tiga angka inflasi yang perlu diperhatikan. Inflasi mount to mount (M to M) dari Januari 2024 dibandingkan Desember 2023 sebesar 0,14 persen. Sementara itu, angka year to year (Y to Y) menunjukkan bahwa inflasi Januari 2024 terhadap Januari 2023 mencapai 4,58 persen, sedangkan Y to date Desember 2023 mencatatkan 0,14 persen.
Penyebab inflasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai komoditas. Kelima komoditas dengan andil terbesar dalam inflasi M to M adalah tomat, bawang putih, bawang merah, kangkung, dan bayam. Di sisi lain, komoditas seperti cabe rawit, beras, telur ayam ras, bensin, dan cabe merah mengalami deflasi dalam periode yang sama.
Pada inflasi Y to Y, komoditas yang menyumbang inflasi terbesar adalah tomat, bawang putih, daging ayam ras, tahu mentah, dan beras. Sementara itu, lima komoditas penyumbang deflasi dalam periode tersebut meliputi tempe, pasir, salep diawetkan, baju muslim wanita, dan bensin.
“Untuk komoditas yang sering dikonsumsi masyarakat sebenarnya banyak mengalami penurunan, tapi juga ada yang kenaikan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, Kiki Ferdiana, Senin (5/2/2024).
Kiki Ferdiana menjelaskan bahwa perhitungan inflasi ini merupakan hasil dari survei biaya hidup 2022, yang bertujuan untuk menggambarkan pola konsumsi masyarakat Bojonegoro. Dalam survei tersebut, sebanyak 279 komoditas dikumpulkan untuk menciptakan diagram timbang yang representatif. [lus/kun]






