Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 14 Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengoptimalkan dukungan pelaksanaan program penguatan ekosistem kemitraan dalam pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.
Sebagai PTV pengampu utama, PENS yang ditunjuk menjadi Ketua Konsorsium PTV Jatim, mengkoordinasikan pelaksanaan FGD di Surabaya, Gresik, Malang dan Madiun. FGD ini untuk menjaring masukan dari berbagai pihak.
“FGD pertama ini kami mengundang perwakilan unsur pemerintahan, dinas-dinas terkait, Bappeda, perwakilan mitra DUDI, media dan SMK di Jatim. Harapannya akan diperoleh masukan yang nantinya menambah events, trends dan drivers di Jawa Timur,” ujar Ketua Konsorsium PTV Jatim Prof Amang Sudarsono, ditulis Senin (22/1/2024).
FGD di keempat kota tersebut sebagai diskusi pembuka, dimana selanjutnya akan dilaksanakan FGD lanjutan. Amang menyebut jika 38 kabupaten/kota di Jatim memiliki pola pertumbuhan ekonomi yang berbeda-beda.
“Jika melihat data BPS saja, rasanya kurang bisa mewakili. Dari beberapa klaster di wilayah Jatim, kami pun melakukan koordinasi dan menyelenggarakan FGD di 4 kota, agar dapat lebih optimal,” katanya.
Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Teknologi PENS itu memaparkan, FGD digelar di Surabaya, pada 16-17 Januari 2024. Berikutnya di Madiun, pada 18-19 Januari 2024, Gresik pada 19-20 Januari 2024, dan Malang 22-23 Januari 2023.
Menurutnya, sejumlah masukan dari Bappeda, mitra DUDI, media serta SMK sangat berperan penting pada proses pengolahan data, yang akan mendukung dalam penyusunan kerangka workforce dan innovation planning di Jatim.
“Saya menyampaikan terima kasih. Banyak data dan masukan yang kami peroleh, tentunya menambah kekayaan data dari aspek sosial, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan lain sebagainya yang akan kami olah lebih lanjut,” tandas Amang. [ipl/ian]






