Tuban (beritajatim.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demo. Akibatnya jalan pantura Tuban – Semarang dan sebaliknya Tuban – Surabaya alami kemacetan.
Buruh FSPMI itu menuntut soal tunggakan gaji dan jaminan sosial yang belum dibayarkan oleh perusahaan PT Delta Indratama Orion (DIO) di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Saking banyaknya massa aksi, arus lalu lintas di jalan Pantura tersebut tersendat. Pihak Kepolisian dari Satlantas Polres Tuban lantas menerapkan sistem rekayasa lalu lintas Contraflow, sehingga kendaraan masih bisa melintas.
Kasat Lantas Polres Tuban AKP Ayip Rizal dalam videonya menyampaikan informasi bahwa hari ini ada kegiatan demo tepatnya di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Satlantas Polres Tuban melakukan pola buka tutup yang mengarah ke Tuban-Surabaya juga sebaliknya dari arah Tuban ke Jawa Tengah.
“Jadi mohon bersabar ya tetap semangat mudah-mudahan selesai demonya dan jalur kembali normal,” ungkap AKP Ayip Rizal.

Dari pantauan di lapangan, kemacetan tersebut berlangsung hingga berjam-jam. Namun, berkat sistem buka tutup, lalu lintas di jalan Pantura tetap bisa dilalui meski harus tersendat.
Menanggapi hal itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji menjelaskan, alasan ratusan buruh melakukan aksi disebabkan karena kontrak antara DIO dan para buruh yang dipekerjakan di perusahaan Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) ini telah berakhir sejak 31 Desember 2023 lalu. Namun hingga kini masih banyak hak-hak buruh yang belum dipenuhi.
“Selain tunggakan gaji dan jaminan sosial, tunjangan uang makan serta uang kompensasi akhir kontrak juga belum dibayar,” ucap Duraji.
Lanjut, sebelumnya Duraji juga sempat menemui pihak manajemen terlebih dahulu dan dari Perusahaan berjanji bahwa kekurangan gaji dan tunjangan uang makan akan dilunasi selambat-lambatnya tanggal 10 Januari 2024. Namun, sudah terlampaui 5 hari tak kunjung diberikan.
“Ternyata semua omong kosong dan tidak ada realisasi. Kalau seperti ini buruh yang jadi korban,” kata Duraji.
Ia juga meminta maaf atas tersendatnya arus lalu lintas dari aksi buruh FSPMI hari ini. Dia berharap masalah antara pekerja dan perusahaan segera terselesaikan agar tidak ada aksi berikutnya. [ayu/but]






