Surabaya (beritajatim.com) – Polisi mengaku tidak menerima surat pemberitahuan pada aksi demo yang dilakukan oleh buruh hari ini, Kamis (04/01/2024). Diketahui, massa buruh berdemo lantaran sebagai aksi solidaritas atas salah buruh berinisial YM yang diperiksa terkait kegiatan mereka di BRI Tower yang dinilai telah melanggar aturan, saat menuntut upah 3 bulan yang tidak dibayar oleh perusahaannya.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan bahwa demo itu diselenggarakan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia pun menyayangkan aksi buruh yang sempat membuat macet kota Surabaya. Namun, sebagai penanggung jawab wilayah, polisi masih melakukan pengamanan dan pelayanan kepada massa aksi.
“Peserta Unras ini melaksanakan kegiatan ini tanpa pemberitahuan, biasanya kalau aksi Unras itu kan ada pemberitahuan. Ini tanpa pemberitahuan, ya gak masalah tetap kita layani,” kata Arif diwawancarai Beritajatim.com.
Massa aksi juga sempat berhenti beberapa kali di sejumlah titik kota Surabaya dan menyebabkan kemacetan. Selain itu, sempat terjadi insiden AKBP Arif Fazlurrahman digeruduk oleh para buruh. Beruntung tidak ada aksi main hakim sendiri.
“Orang mau beraktifitas, mau ke rumah sakit, mau ke sekolah, ada urgent ini terhambat karena macet. Saya Kasat Lantas, tanggung jawabnya ya Keamanan, Keselamatan, dan Ketertiban lalu lintas bisa lancar. Kalau begitu (menutup jalan) kan udah gak bener kan,” imbuh Arif.
Menurut Arif, saat insiden itu terjadi Arif sudah memberikan pengertian. Namun, tidak digubris sehingga Arif terpaksa membuka pintu mobil ambulance yang keluar jalur yang sudah tersedia untuk massa aksi. Aksi Arif itu ditangkap oleh massa sebagai bentuk intimidasi.
“mereka saya beri penjelasan. lah mereka memutarbalikkan fakta dengan tuntutan-tuntutannya. Ini kan gak masuk akal,” tutup Arif.
Diketahui, setelah insiden massa buruh dengan Arif Fazlurrahman itu, para buruh putar balik di bundaran Bank Indonesia. (ang/ian)






