Surabaya (beritajatim.com) – Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan penyebab ia digeruduk buruh saat pengamanan demo buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di simpang empat Jalan Bubutan, Kamis (04/01/2024).
“Mereka (buruh) tendensinya adalah membuat arus lalu lintas macet bahkan sampai mengganggu kelancaran lalu lintas. Sudah berkali-kali berhenti di jalan, di Embong Malang menutup jalan,” kata Arif saat dihubungi Beritajatim.com.
Saat di simpang empat Jalan Bubutan, massa buruh sempat berhenti untuk memblokade jalan. Ulah buruh itu membuat pengguna jalan dari Dupak ke Demak, lalu arah ke DPRD Jatim, dan Jalan Tembaan berhenti sehingga menyebabkan kemacetan.
“Udah setengah jam itu mereka berhenti, saya pikir cuma 5-10 menit. Padahal antrean di belakang padat sekali,” imbuh Arif.
Arif lantas menghampiri ambulance yang sudah dihimbau secara persuasif untuk masuk kembali ke jalur yang sudah disediakan untuk demo buruh tanpa pemberitahuan ke pihak berwenang ini. Karena tidak digubris, Arif lantas meminta surat-surat dari pengemudi ambulance. Saat itulah muncul reaksi negatif dari para buruh.
“Kalo tuntutan unjuk rasa ini kita layani (walau tanpa pemberitahuan). Tapi ini kan jalan umum. Lalu polisi juga tidak mengintimidasi. Kita mau mengarahkan jalan karena itu kan tanggung jawab kepolisian,” tutur Arif. (ang/ian)






