Ponorogo (beritajatim.com) – Reog Ponorogo selangkah lebih dekat dengan pengakuan dunia, sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) UNESCO. Berkas usulan Reog Ponorogo untuk dijadikan warisan budaya tak benda sudah berada di sekretariat Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.
Pun berkas itu juga sudah dinyatakan lengkap oleh organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa Reog Ponorogo mendapat pengakuan internasional. Berkas usulan tersebut telah dikirim ke Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemdikbudristek, dan juga ditelisik oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta.
“Alhamdulillah membuahkan hasil, kabar gembira telah diterima. Berkas sudah dikirim ke UNESCO dan sudah diterima dan dinyatakan lengkap,” ungkap Judha, Kamis (4/1/2024).
Dengan berkas yang telah dinyatakan lengkap oleh UNESCO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sekarang menantikan sidang yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir 2024.
Judha berharap bahwa proses evaluasi oleh UNESCO tidak akan menimbulkan kendala signifikan. Sehingga pada akhirnya, Reog Ponorogo dapat diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
“Dengan harapan, 2024 menjadi tahun di mana Reog Ponorogo mendapatkan pengakuan resmi dari dunia melalui sidang UNESCO,” harap Judha.
Judha menambahkan bahwa jika Reog Ponorogo resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda, tentu menjadi kabar gembira untuk warga Ponorogo. Tak terkecuali juga untuk para seniman.
Para senimam dan masyarakat dapat terus mengembangkan tradisi ini secara berjenjang, melibatkan berbagai kelompok usia. Mulai dari reog dewasa, remaja, anak dan paud.
“Jika sudah ditetapkan, tentu akan menjadi spirit warga dan seniman di Ponorogo untuk mengembangkan reog secara berjenjang. Mulai dari reog dewasa, reog remaja, reog anak dan reog untuk paud yakni reog golek,” pungkas Judha. [end/beq]






