Surabaya (beritajatim.com) – Dengan membawa 22 pemain menuju Yogyakarta, Persebaya Surabaya menyatakan bahwa para pemainnya sudah memiliki kecocokan satu sama lain.
Uston Nawawi, Karteker Persebaya, mengungkapkan bahwa jeda waktu tunda pertandingan beberapa waktu lalu bukan hanya memperkuat taktik tim, tetapi juga menyatukan kekompakan antara pemain lama dan baru.
“Tentu kita memiliki beberapa pemain baru, namun kita telah berkomunikasi antar pemain, terutama dengan keuntungan dari penundaan yang membuat penyatuan kekompakan ini menjadi lebih mudah,” ujar Uston.
Lebih lanjut, legenda Persebaya ini menyatakan bahwa tidak mudah untuk mengalahkan Rans Nusantara di kandang. Meskipun diakui sebagai tim yang bukan papan bawah, Persebaya berusaha keras untuk mencuri poin di Yogyakarta pada Jumat (1/12/2023).
“Kami sudah siap berjuang dan bertanding, meskipun kami tahu Rans adalah tim papan atas, tapi kami bertekad untuk bisa mengambil poin di kandang Rans,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Iqbal, pemain muda Persebaya Surabaya, menyatakan bahwa kondisi para pemain dalam keadaan bugar dan siap membawa pulang poin.
“Pemain berada dalam kondisi fit, insya Allah siap membawa pulang poin ke Surabaya,” ungkap Iqbal.
Baca Juga: Fase Sulit Persebaya yang Tak Mudah Dipahami
Iqbal bahkan yakin bahwa meskipun ada banyak pemain baru yang bergabung dengan Persebaya di putaran kedua ini, komunikasi antar pemain sudah baik dan pelatih telah menerapkan hal tersebut dalam keseharian dan saat latihan.
“Buat komunikasi sudah klop dan sudah diterapkan ketika latihan,” tambahnya.
Saat ini, Persebaya Surabaya menempati peringkat ke-14 di klasemen sementara dengan perolehan 22 poin, sementara Rans Nusantara berada di posisi lima besar dengan perolehan 31 poin. Oleh karena itu, Persebaya harus mengejar ketertinggalan jika ingin kembali berada di papan atas klasemen. (way/ted)






