Malang (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kemdikbud Ristek – LPPM Universitas Brawijaya (UB) yang diketuai oleh Profesor Dr. Ir. Tri Dewanti Widyaningsih, M.Kes., berhasil mengembangkan dan diversifikasi produk fungsional olahan kurma rempah. Pengabdian ini dilakukan pada UKM Raja Kurma Malang dengan dibantu dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB.
Prof Tri Dewanti menjelaskan bahwa kurma adalah buah yang dipercaya dan terbukti baik untuk kesehatan karena merupakan pangan bergizi, pangan sehat dan pangan fungsional. Buah kurma bukan hanya manis karena kandungan gulanya yang mencapai 88%, melainkan juga punya kandungan senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan, mengandung serat dan mineral.
“Saat ini buah kurma tidak hanya dikonsumsi sebagai buah segar atau buah kering saja tetapi juga sudah banyak produk olahan buah kurma yang sudah banyak digemari masyarakat. Susu kurma, jus kurma, kue-kue berbahan kurma adalah produk yang sudah banyak dijumpai di pasaran,” ujar guru besar FTP UB ini melalui keterangan tertulis, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga: 4 Tahun Rudapaksa Anak Tirinya, Warga Probolinggo Masuk Bui
Menurut Prof Tri Dewanti, biji kurma yang merupakan limbah buah kurma ternyata bersifat fungsional karena mengandung senyawa bioaktif yang menyehatkan yaitu fenol dan flavonoid dan tinggi antioksidan. Biji kurma juga mengandung serat makanan, protein, karbohidrat, fenol, serta beragam mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, fosfor, natrium, dan zat besi. Biji kurma saat ini mulai dimanfaatkan sebagai kopi non kafein.
Pihaknya pun menjalin kerjasama dengan UKM Raja Kurma, pedagang kurma yang terkenal di kota Malang. Berbagai macam kurma dari berbagai negara Timur Tengah di jual di Toko Raja Kurma. Mengikuti tren yang berkembang UKM Raja Kurma juga memproduksi jus kurma yang dicampur dengan susu dan biji kurma diolah menjadi kopi biji kurma.
Usaha Raja Kurma dalam memproduksi jus kurma maupun kopi biji kurma masih skala industri rumah tangga dengan peralatan sederhana dan kapasitas kecil sehingga kewalahan saat banyak pesanan apalagi di bulan puasa. Untuk produksi jus kurma masih memakai blender sedangkan kopi biji kurma penggilingannya masih maklon di usaha penggilingan kopi.
“Oleh sebab itu, pengabdian kami di UKM Raja Kurma ini untuk mengembangkan dan diversifikasi produk berupa serbuk kopi biji kurma rempah, jelly kurma rempah dan sari kurma rempah,” ungkapnya.
Baca Juga: Bapak di Mojokerto Meninggal Dikepruk Kursi Anak Perempuannya
Selain itu, tim dari UB juga melakukan diseminasi penelitian yang sudah dilakukan tentang formulasi produk olahan kurma yang berkhasiat terhadap kesehatan tubuh. Kemudian melakukan pemberdayaan UKM dengan memberi bantuan alat penyangrai kopi dan alat penggiling.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pemecahan masalah dan memberikan solusi yang ada pada UKM Raja Kurma. Hal ini sesuai dengan pencapaian IKU (Indikator Kinerja Utama) yaitu hasil kegiatan dosen digunakan masyarakat dan dosen serta mahasiswa berkegiatan di luar kampus dengan memberdayakan UKM,” jelas dosen FTP UB ini.

Menurut Prof Dewanti, dari hasil kegiatan UKM Raja Kurma telah berhasil memproduksi serbuk kopi biji kurma rempah. Produk ini dikemas dengan Standing Pouch Ziplock selain juga dikemas dengan coffee drip bag yang tinggal celup dan praktis.
Kemudian, seiring dengan peningkatan tren pangan fungsional serta meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, olahan kurma berbasis fungsional diprediksi akan terus meningkat kedepannya yang tentunya akan menjadi peluang besar bagi Produk Sari Kurma Rempah di kemudian hari.
“Pada Produk Sari Kurma Rempah formula rempah yang dapat ditambahkan adalah jahe, temulawak, meniran dan kayu manis. Produk Sari Kurma Rempah ini dapat diberikan pada anak-anak yang tidak suka makan sekaligus juga meningkatkan daya tahan tubuhnya. Untuk orang dewasa juga baik untuk meningkatkan stamina,” terangnya.
Baca Juga: Demo Buruh Bubar, Khofifah Komitmen Penuhi Tuntutan
Produk terakhir adalah permen jelly yaitu kembang gula lunak, yang diproses melalui penambahan salah satu hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, karagenan, gelatin, maupun komponen hidrokoloid lain untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. Produk ini disukai anak-anak tetapi kandungan gula yang tinggi tidak baik untuk kesehatan gigi anak.
“Permen jelly kurma rempah adalah permen jelly fungsional yang baik untuk kesehatan karena kandungan kurma maupun rempahnya. Jelly kurma rempah mengandung serat, temulawak dan jahe sehingga dapat untuk meningkatkan nafsu makan anak yang tidak suka makan sekaligus meningkatkan sistem imunnya,” tutup Prof Dewanti menceritakan produknya. (dan/ian)






