Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro akan meninjau lokasi tambang batu kabur di Desa Sumuragung Kecamatan Baureno yang dioperatori oleh PT Wira Bhumi Sejati (WBS). Hal itu dilakukan menindaklanjuti permintaan warga yang melakukan aksi di kantor DPRD Bojonegoro, Rabu (29/11/2023).
Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro Dandi Suprayitno mengungkapkan, untuk memenuhi permintaan warga Desa Sumuragung yang terdampak tambang, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau langsung atau melakukan pengecekan lokasi tambang yang dioperatori PT WBS.
“Kami akan periksa juga semua izin-izinnya (PT WB, red). Jika nanti memang ditemukan ada yang tak benar, kami akan ambil tindakan,” ujarnya.
Salah satu tindakan yang akan diambil, kata Dandi, dengan melaporkan ke Pemprov Jawa Timur untuk mempertimbangkan keberlanjutan operasional PT WBS tersebut. “Sebab, kewenangan mengenai usaha pertambangan memang adanya di Pemprov Jatim. Pemkab kurang berwenang,” tuturnya.
Sebelumnya, masyarakat Desa Sumuragung Kecamatan Baureno yang terdampak penambangan batu kapur milik PT WBS mengadu ke kantor DPRD Bojonegoro. Mereka meminta agar ada evaluasi dalam penyaluran kompensasi dari PT WBS yang diberikan kepada tim pelaksana yang dibentuk pemerintah desa.
Selain itu, Koordinator Warga Desa Sumurgung Afandy juga meminta agar DLH Bojonegoro melalukan tinjauan langsung atau inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pertambangan PT WBS di Desa Sumurgung. “Kami minta, DLH Bojonegoro mau melakukan (tinjauan langsung atau sidak, red) itu,” ujarnya
Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRR Bojonegoro itu. Pria karib disapa Kacong itu mengemukakan, PT WBS diduga kelewatan dalam menjalankan usaha pertambangan. Ada potensi, warga yang hidup tak jauh dari lokasi pertambangan akan merasakan dampak buruk secara langsung.
Salah satu potensi dampak buruk secara langsung dimaksud, kata Kacong, beberapa lahan hingga rumah warga Desa Sumurgung saat ini terancam longsor akibat pengerukan dilakukan PT WBS saat menambang. “Kalau yang sudah nyata terjadi, salah satu jalan desa kami hilang akibat aktivitas pertambangan PT WBS,” pungkasnya. [lus/kun]
BACA JUGA: Warga Sumuragung Terdampak Tambang Ngadu ke DPRD Bojonegoro






