Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah menyiapkan transformasi besar Pasar Kota Bojonegoro menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung dengan pusat pemerintahan. Kawasan ini nantinya akan menghubungkan aktivitas ekonomi pedagang dengan kantor Pemkab, Alun-alun, hingga ruang publik Taman Bengawan Solo.
Konsep inovatif ini bertujuan menjadikan pasar tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ikon baru wajah kota. Rencana besar tersebut kini mulai disosialisasikan kepada para pedagang setelah melalui pembahasan intensif bersama Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi pedagang telah diakomodasi ke dalam desain terbaru. Salah satu penambahan fasilitas krusial yang dipastikan tersedia adalah eskalator atau tangga berjalan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Awalnya hanya tangga biasa. Sekarang kami siapkan eskalator agar lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Pasar yang berdiri di lahan seluas 18.236 meter persegi ini tetap mengedepankan keseimbangan lingkungan melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sebanyak 4.633 meter persegi lahan dialokasikan khusus untuk area penghijauan agar kawasan pasar tetap asri bagi publik.
Struktur bangunan pasar dirancang setinggi tiga lantai dengan kapasitas total mencapai 1.480 unit tempat berdagang. Lantai satu akan menampung 483 kios dan los yang diprioritaskan bagi pedagang komoditas basah seperti daging serta sayuran.
Lantai dua mengusung konsep semi-mal dengan 499 unit dagang guna menarik minat pengunjung menjelajahi area bangunan lebih dalam. Sementara itu, lantai tiga akan didesain sebagai area belanja modern yang menawarkan daya tarik pemandangan langsung ke arah Sungai Bengawan Solo.
“Sementara lantai tiga menyediakan 498 unit yang didesain sebagai area belanja modern dengan pemandangan langsung ke arah sungai,” ujar Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Benny Kurniawan.
Para pedagang menyambut rencana transformasi ini dengan catatan agar jumlah kios yang tersedia sesuai dengan data pedagang eksisting. Mereka juga mengusulkan penguatan konstruksi bangunan agar tahan lama serta penyediaan fasilitas vital seperti musala dan gerai ATM.
Pemkab Bojonegoro menargetkan seluruh proses administrasi dan perencanaan teknis dapat rampung selama bulan Ramadan tahun ini. Jika target tersebut terpenuhi, proses lelang proyek pembangunan akan segera dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. [lus/beq]






