Yogyakarta (beritajatim.com)– Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus Pemilu 2024 untuk para mahasiswanya. Hasilnya hingga saat ini sudah ada ribuan mahasiswa bakal nyoblos di TPS Khusus kampus UGM.
“Mereka tak perlu pulang kampung untuk nyoblos. Kami UGM sudah siapkan TPS Khusus bagi mahasiswa yang tidak pulang karena tengah menjalani masa studi di Yogyakarta. Kami fasilitasi mereka,” jelas Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Dr. Hempri Suyatna kemarin.
Untuk memuluskan rencana ini UGM bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menyiapkan 9 TPS yang berada tersebar di 5 titik atau lokasi di sekitar kampus.
BACA JUGA:Istri Hamil dan Tak Punya Uang, Pria Sampang Curi Motor di Bangkalan
“Sudah terdaftar ribuan mahasiswa tepatnya 2.611 calon pemilih yang masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap). Di TPS khusus ini mereka hanya mencoblos Capres dan Cawapres,” bebernya.
Hempri menyebutkan, selain UGM ada 14 perguruan tinggi lainnya yang disiapkan untuk lokasi TPS khusus bagi mahasiswa dari luar DIY yang ingin menyalurkan hak pilihnya pada 14 Februari mendatang.
Meski demikian, Hempri menegaskan pihaknya masih menerima jika ada mahasiswa yang ingin mendaftar untuk bisa memilih di TPS khusus kampus UGM.
“Kita fasilitasi DPT tambahan untuk kuota 81 mahasiswa dan masih kita buka sampai H-30 jelang pemilu, nanti kita fasilitasi dengan membuat surat keterangan belajar dari Ditmawa,” katanya.
Mahasiswa KKN UGM Jadi Pemantau Pemilu 2024
Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada, Dr. dr. Rustamadji, menyampaikan bahwa UGM akan ikut berkontribusi menyukseskan pelaksanaan pemilu 2024 mendatang dengan melakukan edukasi kepada masyarakat agar berpartisipasi dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden dan calon anggota legislatif.
“Kita akan menerjunkan sebanyak 1.403 mahasiswa KKN pemantau pemilu dengan 43 Dosen Pembimbing Lapangan,” katanya.
Rencananya, kata Rustamadji, para mahasiswa ini akan diterjunkan di berbagai wilayah diantaranya DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi hingga sebagian Sumatera.
Meski begitu, kegiatan KKN tematik ini tidak hanya melaksanakan program pemantau pemilu, namun juga melaksanakan tema program lainnya di bidang kesehatan, pengelolaan sampah hingga soal mitigasi bencana.
BACA JUGA:Perdana, 320 Peserta Bersaing di Bupati Cup E-Sport Magetan
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Umi Istianah, menyambut baik dibukanya TPS khusus di kampus UGM untuk memfasilitasi mahasiswa yang berasal dari luar DIY menggunakan hak pilihnya. Ia pun akan mendorong mahasiswa dari kampus Poltekkes Yogyakarta bisa memanfaatkan TPS khusus ini.
“Mahasiswa kami dari 34 provinsi. Ada sekitar 4.000 an mahasiswa dan 60 sampai 70 persen berasal dari luar DIY. Kami senang sekali adanya TPS khusus di UGM,” ujarnya. (Aje)






