Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) mengajak puluhan guru SMA se-Surabaya untuk nonton bareng (nobar) film Budi Pekerti dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional.
Rektor Ubaya Dr Benny Lianto mengatakan bahwa nobar ini digelar untuk memberikan apresiasi serta inspirasi bagi para guru dalam membangun karakter budi pekerti siswa.
“Film ini sangat menggambarkan peran guru sebagai garis terdepan membentuk karakter anak, utamanya di tataran pendidikan SMA. Terlebih, film ini memberikan nilai pendidikan yang relevan dengan apa yang dialami oleh para guru saat ini,” ujarnya, Selasa (21/11/2023).
Nilai budi pekerti pada film ini, kata Benny, juga selaras dengan nilai Ubaya yang mengutamakan pendidikan karakter.
Baca Juga: Gerakan JagaPemilu Dideklarasikan 100 Tokoh Nasional, Masyarakat Diajak Kawal Pemilu 2024
Ia berharap, acara nobar ini dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara Ubaya dengan guru sekolah di Surabaya, khususnya dalam pengembangan kualitas, karakter, dan integritas siswa generasi ini.
Diketahui, film Budi Pekerti berkisah tentang seorang guru Bimbingan Konseling (BK) bernama Prani Siswoyo. Hidupnya berubah ketika video perselisihannya dengan pembeli putu menjadi viral di media sosial.
Hal itu membuat Prani mendapatkan sorotan negatif dari banyak pihak dan berdampak pada karirnya sebagai seorang guru.
Sementara itu, ada sekitar 70 guru SMA dari 30 sekolah di Surabaya yang mengikuti nobar tersebut. Acara ini berlangsung di Studio 6 XXI Grand City Surabaya. [ipl/ian]






