Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Terbuka (UT) Surabaya mencoba kenalkan dunia bisnis kepada mahasiswa lewat agenda bertajuk FIESTA. Harapannya, mereka ke depan akan mampu memperluas ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.
“Kami membantu mereka untuk mengembangkan usaha masuk program kewirausahaan,” ujar Direktur Universitas Terbuka Dr Suparti, Minggu (19/11/2023).
Sejauh ini, menurutnya UT Surabaya memberikan ruang selebar-lebarnya kepada para mahasiswa untuk belajar dunia usaha. Ia menilai, pengenalan bisnis tidak cukup hanya melalui materi mata kuliah saja.
BACA JUGA:Persela Lamongan Tundukkan Persekat Tegal 3-1 di Kandang
“Kesempatan belajar sangat tinggi, jadi banyak juga yang bekerja sambil kuliah,” ujarnya.
Melalui FIESTA ini, Suparti berharap bisa mendekatkan dan mengenalkan Universitas Terbuka kepada masyarakat, tak hanya di Surabaya namun juga Indonesia.
“Tidak ada lagi alasan tidak kuliah, karena tidak diterima kuliah atau tidak kuliah karena usia sudah tua, sebab masih ada Universitas Terbuka yang bisa menampung mereka,” ucap dia.
Sementara salah seorang mahasiswa UT Surabaya, sekaligus pemilik usaha minuman Jus Kahfie, Savira Rahmatullah Pahlevi mengaku usahanya itu dijalankan bersama dua mahasiswa lainnya pada Mei 2023 dan mendapatkan bantuan pembiayaan dari pihak kampus.
“Kami mendapatkan dana hibah program LPMM Universitas Terbuka Rp5 juta, kami melakukan pengabdian ke masyarakat, terus kami mikir bisnis apa dan akhirnya ambil jus kacang hijau tanpa santan,” katanya.
BACA JUGA:Pelatih Gresik United Resmi Mengundurkan Diri
Dukungan pihak kampus itu pada akhirnya membuka jalan usaha olahan kacang hijau tanpa santan itu untuk bisa terus berkembang dan sampai memiliki re-seller.
“Satu minggu sekali kami open po (pre-order) bisa sampai 30 botol, bahkan barusan kemarin kami dapat pesanan 100 botol. Kami juga sudah ada Kami sudah ada NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sertifikat halal,” ujarnya.
Karena itu, Savira optimistis dengan adanya peran nyata UT Surabaya, usahanya ke depan bisa terus tumbuh. Ia mentargetkan usahanya tersebut dapat bertahan lama.
“Kalau sekarang hanya satu hari di suhu ruang dan dua sampai tiga hari di suhu kulkas. Ke depannya kami ingin bisa membuat dalam bentuk bubuk, supaya bisa dikirim ke seluruh Indonesia,” ungkapnya. (Ipl/Aje)






