Surabaya (beritajatim.com) – Menjadi salah satu tuan rumah even sepak bola terbesar di dunia, Pemerintah Kota Surabaya pun bukan hanya memfasilitasi Stadion Gelora Bung Tomo. Pemerintah kota Surabaya pun mengajak FIFA dan LOC untuk berwisata night city tour dan mengenal budaya Surabaya dan berwisata malam menyusuri Sungai Kalimas. Tak dinyana Delegasi FIFA ternyata kagum dan kaget dengan aneka cuture dan budaya di Surabaya.
Mereka benar benar kagum dengan Budaya Surabaya yang dihadirkan dimana para kontingen FIFA itu dipertunjukan tradisional seni Tari Reog di Balai Kota. Setelah itu para tamu diajak untuk menikmati makan malam di Balai Kota Surabaya menikmati aneka kuliner tradisional khas Surabaya seperti rujak cingur, sate ayam, gado-gado hingga tahu campur.
Usai santap malam,mereka diajak untuk menikmati sekilas pemandangan Surabaya di malam hari dari Sungai Kalimas, dengan lampion warna-warni dan lampu kota.
BACA JUGA:Dibabat Celurit, Anak Jalanan di Jombang Roboh Bersimbah Darah
Bahkan mereka diajak mengunjungi museum Surabaya untuk lebih mengenal benda sejarah yang dimiliki di kota Pahlawan, barulah mereka diajak untuk melihat pernak pernik khas sebagai oleh-oleh.
Salah satu perwakilan dari FIFA asal Swiss, Martinka mengatakan jika dirinya sangat menikmati apa yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Ia terkejut dengan adanya wisata malam dengan menyusuri sungai ditambah dengan gempitanya lampu yang ada diatas sungai saat kita naik perahu.
“Saya sangat menikmati naik perahu di sungai, lampu-lampunya indah dan menyenangkan melihat pemandangan perkampungan setempat tentu saya sangat nyaman,”ungkap Martinka.
Hal senada dikatakan salah satu LOC Piala Dunia asal Sulawesi, Jennie dimana baru pertama ini dia bersama rekan satu divisiny menikmati kota Surabaya dengan fasilitas perahu di sungai Kalimas.
BACA JUGA:Pangdam V/Brawijaya Dapat Gelar Dan-IV Kehormatan
“Saya tahu lewat sosial media saja, ternyata pas naik menyenangkan bagus lampionnya yang bikin beda apalagi pemandangan perkampungan dan kendaraan yang lalu lalang,”imbuhnya. (Way/Aje)






