Jombang (beritajatim.com) – Akibat dibabat celurit, seorang anak jalanan ambruk bersimbah darah di tepi dam Pancasila Desa Sambongdukuh Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (19/11/2023).
Dia mengalami luka bacok di bagian kepala, lengan, serta tubuh bagian belakang. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Jombang guna mendapatkan perawatan medis.
Salah satu rekan korban, Dimas Saputra (18) menjelaskan, dirinya bersama rombongan baru saja turun dari truk di lampu merah Sambong. Lalu, rombongan mencari tumpangan truk lagi untuk pulang ke Mojoagung.
Mereka kemudian naik truk. Hanya saja truk tersebut berhenti di pabriknya. “Kemudian kami turun untuk mencari tumpangan lagi. Ternyata ada segerombolan anak yang jumlahnya dua puluhan,” kata Dimas.
Nah, salah satu dari gerombolan itu mencekik teman Dimas, lalu membacokkan celurit berkali-kali. “Saya langsung lari. Teman saya kena. Yang membacok juga sedang mencari tumpangan kayaknya,” ujarnya.
BACA JUGA: Pembunuh Sekdes Sidonganti Tuban Ternyata Kakak Adik
Kepala Desa (Kades) Sambongdukuh Khoirur Rozikin membenarkan adanya peristiwa itu. Sekitar pukul 17.00 WIB, Kades mendapatkan laporan dari warga tentang adanya korban yang berlumuran darah di tepi dam Pancasila.
“Korban mengalami luka bacok cukup parah. Di bagian punggung, lengan kiri, juga bagian kepala. Kita sudah lapor ke Polsek setempat. Korban atas nama Rizky warga Pandean Mojoagung,” ujar Kades.
Bagaiamana dengan pelaku? Menurut Kades Sambongdukuh, pelaku belum diketahui. Karena setelah melakukan pembacokan, pelaku langsung kabur bersama teman-temannya. “Mereka sama-sama kelompok yang sedang menumpang truk. Anak punk. Mereka baru saja acara dari Semarang,” pungkasnya. [suf]






