Sampang (beritajatim.com) – Tekanan rendah di sebelah barat benua Australia, berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem di wilayah perairan laut selat Madura, termasuk di Kabupaten Sampang.
Kasat Polairud Polres Sampang, Iptu Catur Rahardjo menjelaskan, kondisi cuaca angin kencang disertai gelombang tinggi berpotensi terjadi di laut selat Madura. “Tekanan rendah di sebelah barat laut benua Australia memicu bertambahnya kecepatan angin, dan berimbas pada gelombang tinggi di perairan Indonesia termasuk perairan Kabupaten Sampang,” terangnya, Rabu (28/12/2022).
Ia menambahkan, bukti terjadinya cuaca ekstrem itu, sebuah kapal ikan KM Cahaya Agung milik warga di Desa Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, beberapa waktu lalu karam karena dihantam ombak. “Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian materi,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”cuaca-ekstrem”]
Pasca kejadian itu, pihaknya memasifkan kegiatan laut, agar kecelakan dapat diantisipasi di wilayah perairan pulau Madura khususnya di wilayah Sampang. Bahkan pihaknya harus memperbarui informasi terkait perkiraan cuaca maritim perairan Jawa Timur yang dikeluarkan BMKG Surabaya.
“Setiap pagi kami kirim perkiraan cuaca melalui WA Grup kepada pemilik kapal agar masyarakat bisa memantau kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau agar para pemilik kapal memperhatikan kondisi dan kesiapan kapal tentang kelayakan kapal sebelum berlayar. “Kami harapkan pemilik kapal ikan dan kapal angkutan orang, agar menyiapkan life jaket, pelampung penolong, alat pelempar tali, dan alat-alat keselamatan lainnya,” pungkasnya. [sar/suf]






