Jombang (beritajatim.com) – Wisata trekking dibuka di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur, Minggu (19/11/2023). Di tempat itu, pengunjung bisa merasakan sensasi luar biasa. Menyusuri perbukitan, menuruni lembah, melintasi kebun manggis, kebun durian, serta menyeberangi sungai khas pegunungan.
Priscilla Allodya Mintalangi (21) mengatur nafasnya. Dia berjalan di antara belasan temannya. Ketika melintasi sungai, dia sangat hati-hati. Kaki mungilnya terbungkus sepatu proyek. Sepatu dengan gerigi tersebut sepanjang lutut. Dengan sepatu itu kaki mahasiswi PCU (Petra Christian University) terlindungi dari kerasnya jalanan berbatu.
Namun gemericik air sungai dan beningnya air pegunungan membuatnya tergoda. Ketika teman-temannya menyeberangi sungai tersebut, Cila, panggilan akrab Priscilla Allodya Mintalangi, lebih memilih berhenti. Dia duduk di atas batu besar. Embusan angin membuat Cila semakin betah.
Tangan Cila kemudian bermain air. Memercikkan air sungai yang segar itu. Hal serupa dilakukan Paramesti Yasmin (19), mahasiswi PCU lainnya. Lalu diikuti sejumlah mahasiswa yang lain. Semuanya nampak menikmati. “Di sini benar-benar segar. Semuanya masih alami,” ujar Cila.
BACA JUGA: Kontes Durian Wonosalam Jombang Tarik Minat Wisatawan Malaysia
Air bening mengalir di sungai tersebut. Menelusup di antara batu-batu besar. Semua semakin klop dengan aneka pepohonan di sekitar sungai tersebut. Bahkan rumpun bambu yang lebat juga masih ada di tepi sungai. Gunung Anjasmoro juga nampak dari kejauhan.
Puas bermain air, civitas akademika dari PCU Surabaya melanjutkan lagi trekking. Yakni, aktivitas berjalan kaki di alam terbuka dengan cara membuat jalur yang jarang dilalui orang. Mahasiswa dan dosen PCU adalah rombongan pertama yang menjajal trekking di kaki Anjasmoro tersebut.
Betapa tidak, pada Minggu (19/11/2023), wisata lintas desa dengan konsep trekking tersebut resmi diluncurkan. Ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Desa Jarak Agus Darminto. Disaksikan oleh dosen dan mahasiswa dari kampus yang dulunya bernama UK (Universitas Kristen) Petra Surabaya tersebut. Begitu pita terpotong tepuk tangan langsung pecah. Selanjutnya, mahasiswa dan mahasiswi menjajal jalur trekking.

Ide paket wisata itu digagas oleh dua dosen Architecture PCU yaitu Anik Juniwati, selaku ketua tim, sedangkan anggotanya adalah Elvina Shanggrama Wijaya, serta menggandeng satu dosen Ekonomi Pembangunan UWP (Universitas Wijaya Putra), Erwan Aristyanto.
“Pengembangan desa ini merupakan hasil dari hibah pengabdian kepada masyarakat dengan skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Kami mendapatkan sekitar Rp 69 juta,” kata Anik merinci.
Anik mengatakan, tim hibah dibantu juga oleh 22 mahasiswa PCU dan satu lagi dosen pendamping PCU yaitu Stephanus Wirawan Dharmatanna. Mereka mendampingi masyarakat di Desa Jarak mulai dari mendesain dan membangun fasilitas wisata lintas desa.
BACA JUGA: Anak-anak SD Prihatin Sungai di Wonosalam Jombang Tercemar Mikroplastik
Termasuk melakukan pendampingan pelatihan pemandu wisata hingga pengemasan paket wisata lintas desa lengkap dengan konsumsi pendampingnya. Anik dan tim sebelumnya telah melakukan public hearing untuk mengetahui kebutuhan dan potensi Desa Jarak yang dimulai sekitar pertengahan Juli 2023. Pada tahap ini, tim PCU membuat lintasan pendek dengan daya tempuh 2,6 kilometer.
Dimulai dari Bukit Pecaringan

Trekking penuh sensasi ini dimulai dari Bukit Pecaringan, menyusur jalan setapak melewati Watu Lumbung (Batu besar). Perjalanan dilanjutkan menyusuri tepi sungai, melalui hutan sengon, melintasi ladang, menyeberang sungai atau turun ke sungai, lalu kembali ke Bukit Pecaringan.
Fasilitas fisik yang dikembangkan untuk mendukung wisata lintas desa diantaranya stepping stone (batu pijakan) untuk jalan yang mendaki, Jembatan bambu untuk menyeberang sungai sekaligus sebagai spot foto, serta gazebo bambu sebagai titik awal dan akhir perjalanan.
Sementara itu tim hibahjuga memperkuat fasilitas lainnya seperti menyusun paket wisata. Kemasan wisata perjalanannya didukung dengan konsumsi pendukung wisata berupa minuman segar di tengah perjalanan dan nasi bakar sebagai ending dari perjalanan. Tak hanya itu, tim hibah juga telah mengajar enan anggota karang taruna setempat sebagai calon pemandu.
BACA JUGA: Guru Besar Unair Hadiri Peluncuran Resto Peduli Alam di Wonosalam Jombang
“Kami berharap dengan adanya destinasi baru ini maka bisa menjadi pilihan wisata lainnya bagi masyarakat yang menyenangkan dan sehat di Jawa Timur. Tidak harus jauh-jauh ke luar negeri. Apalagi potensi daerah-daerah di Jawa Timur ini sayang jika dilewatkan,” ujar Anik.
Kepala Desa Jarak Agus Darminto mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh tim hibah dari PCU. Karena dengan dibukanya wisata lintas desa tersebut semakin menambah potensi desa yang berada di pegunungan Anjasmoro ini.

Ke depan, Agus akan memadukan wisata trekking tersebut dengan wisata petik manggis. Pasalnya Desa Jarak selama ini juga dikenal sebagai sentra penghasil buah manggis. Di Desa Jarak hampir semua petani memiliki tanaman manggis. “Sekali panen bisa menghasilkan 80 hingga 100 ton. Sudah tembus pasar ekspor,” ujar Kepala Desa Jarak.
Agus mengungkapkan bahwa wisata desa tersebut akan dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), yakni salah satu unit dalam BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Lalu, berapa tiket untuk wisata lintas desa ini? “Kalau tiket masih dimusyawarahkan oleh Pokdarwis. Insya Allah terjangkau. Masih dibahas,” pungkas Agus. [suf]






