Jombang (beritajatim.com) – Distribusi ligistik pemilu 2024 ke masing-masing kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dilakukan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Jombang mulai pekan depan.
Logistik tersebut akan dikirim ke 21 PPK. Selanjutnya, logistik pemilu disimpan di gudang PPK untuk sementara waktu. Nah, setelah itu pada H-1 pencoblosan, seluruh logistik dikirim ke masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara).
Namun demikian, pengiriman logistik pemilu tersebut bukan tanpa kendala. Mengingat saat ini intensitas hujan sangat tinggi. Bahkan kerap terjadi cuaca ekstrem. Utamanya, pengiriman ke lokasi yang berada di kawasan terpencil seperti Kecamatan Plandaan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, KPU melakukan koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang. Hal itu untuk melakukan mitigasi bencana. “Kita menggandeng BPBD Jombang terkait pengiriman logistik pemilu,” ujar Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi, Kamis (1/2/2024).
Burhan menjelaskan, sesuai rencana, pengiriman logistik tersebut dilakukan pada 8 Februari 2024. Ada dua desa di Kecamatan Plandaan yang medannya sulit dilewati. Yakni Desa Jipurapah dan Pojokklitih.
Jalur menuju lokasi tersebut berlumpur ketika musim hujan. Sudah begitu juga harus melintasi sungai. Sehingga diperlukan kendaraan khusus menuju desa yang ada di pinggiran hutan tersebut.
“Berdasarkan pengamalan Pemilu 2019, ada dua desa yang lokasi sulit dijangkau, yaitu Jipurapah dan Pojokklitih. Makanya kita melakukan koordinasi dengan BPBD Jombang,” ujar Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi. [suf]






