Surabaya (beritajatim.com) – Fakhri Husaini, mantan pelatih Timnas U-16, mengungkapkan kritik terhadap permainan Timnas U-17 Indonesia dalam pertandingan kontra Ekuador dan Panama di Piala Dunia U-17. Menurutnya, terdapat perbedaan kualitas yang mencolok antara para pemain Indonesia dengan negara pesaing.
Menurutnya, perbedaan kualitas ini terlihat dari cara para pemain dibentuk, apakah mereka berasal dari klub yang melakukan persiapan matang atau hanya terpilih melalui seleksi cepat.
Fakhri menyebutkan bahwa dalam pertandingan Jepang atau Spanyol, terlihat perbedaan signifikan dalam kualitas permainan. Para pemain dari negara-negara tersebut menunjukkan ketenangan, keluar dari kesulitan di lapangan dengan baik, dan mampu menghadapi situasi dengan penuh kepercayaan. Selain itu, keterampilan teknik, skill, dan pemahaman taktik mereka sangat baik.
BACA JUGA:
Fakhri Husaini Bikin Program Khusus Latihan Deltras Akademi
Sementara itu, Fakhri mengamati bahwa pemain Indonesia sering kehilangan bola, melakukan kesalahan dalam pasing di area sendiri, bahkan terkadang tidak berada pada posisi yang ideal untuk menendang bola.
“Kemarin saya menonton beberapa tim ulangan, ada beberapa tim yang bermain di atas usianya. Contohnya, Ekuador bermain sangat rapi dengan switch play yang bagus. Mereka bermain seolah-olah menguasai lapangan di Gelora Bung Tomo seperti milik mereka sendiri. Bahkan Jepang, anak-anak U17 mereka bermain melebihi batas usia karena berasal dari pembinaan kompetisi usia muda di negaranya,” ujar Fakhri dalam konferensi pers di media center Piala Dunia U-17 di Grand Swiss-Bell Hotel Surabaya, Selasa (14/11/2023).
BACA JUGA:
Fakhri Husaini Bisa Merasakan Kondisi Mental Pemain Timnas
Direktur Teknik Deltras Akademi menambahkan, federasi PSSI seharusnya memperbaiki kualitas kompetisi usia muda, serta mengawasi apakah pemain Timnas Indonesia benar-benar berasal dari klub usia muda yang berkualitas.
“Dengan perbedaan ini, setelah Piala Dunia selesai, PSSI seharusnya membuat rencana strategis dan roadmap untuk meningkatkan kualitas kompetisi usia muda. Kami bersama tim pelatih usia muda akan menyusun rencana ini dan menyampaikannya kepada Aprov dan Askap, terutama untuk pelatih usia muda,” pungkasnya. [way/beq]






