Magetan (beritajatim.com) – Petani cabai di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meraup untung dari “pedasnya” harga. Sebagian petani tidak mengalami gagal panen sehingga cabai mereka terserap dengan harga tinggi.
Seperti dialami Ninuk Sukartini (48), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Harga cabai rawit tingkat petani mencapai Rp55 ribu per kilogram dan di pasaran mencapai Rp65 ribu per kilogram membuatnya cuan.
“Tanaman cabai kami saat musim kemarau ini cukup bagus. Tapi, yang lain ada yang gagal panen karena kurang air. Kalau milik kami ini sehari menghasilkan 30 kilogram sampai 50 kilogram. Panen terus selama tiga bulan ini,” kata Ninuk, Rabu (25/10/2023).
BACA JUGA:
APS Parpol Terpasang di Tempat Umum Magetan, Warga: Polusi Visual
Sebelumnya, dia menjual ke tengkulak dengan harga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogramnya. Pun, di lahan seluas satu hektar itu, usia tanaman berbeda-beda sehingga panen bisa dilakukan selama tiga bulan secara bergantian blok.
Diperkirakan, harga cabai di tingkat petani akan kembali naik dalam beberapa hari ke depan. Pun, harga cabai di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp65 ribu per kilogram.
“Cabai rawit yang naik jadi Rp65 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu, terus menjadi Rp47 ribu dan naik lagi menjadi Rp65 ribu. Cabai kerinting juga naik menjadi Rp36 ribu dari sebelumnya Rp28 ribu. Penyebab kemarau panjang, petani banyak gagal panen,” kata Suti, pedagang di Pasar Sayur Magetan. [fiq/beq]






