Pasuruan (beritajatim.com) – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan mengalami kekeringan. Guna mengatasi hal ini Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto mengatakan bahwa sudah ada bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dana yang diterima Pemkab Pasuruan sebesar Rp 250 juta untuk 6 kecamatan yang terdampak langsung akibat kekeringan. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk menyalurkan air bersih keseluruh desa yang terdampak.
“Kami telah mendapatkan dana bantuan dari BNPB untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Nantinya dana tersebut akan digunakan untuk menyalurkan air bersih,” kata Andriyanto.
Dijelaskan pula nantinya setiap desa akan menerima sebesar Rp 300 hingga Rp 350 ribu. Besaran uang tersebut nantinya akan berupa air bersih dan dikirim di tiap-tiap desa.
Andriyanto sendriri merencanakan akan mengebor salah satu desa yang terdampak pada kekeringan air. “Solusinya nanti mungkin akan di bor pada satu atau dua lokasi yang terdampak terhadap kekeringan,” imbuhnya.
Diketahui saat ini terdapat 22 desa di 6 kecamatan Kabupaten Pasuruan yang terdampak langsung kekeringan. Paling banyak yakni berada di Kecamatan Pasrepan dengan tujuh desa terdampak, yakni Desa Sibon, Desa Petung, Desa Ngantungan, Desa Mangguan, Desa Pasrepan, Desa Klakah dan Desa Sapulante.
Pada Kecamatan Lumbang ada empat desa yang terdampak yakni Desa Karangjati, Desa Bulukandang, Desa Watulumbung dan Desa Pancur. Lalu Kecamatan Lekok ada empat desa yang terdampak Desa Semedusaru, Desa Pasinan, Desa Wates dan Desa Balungan.
Dilanjut pada Kecamatan Gempol ada tiga desa yang terdampak yakni Desa Gempol, Desa Wonosunyo, dan Desa Bulusari. Lalu di Kecamatan Kejayan ada dua Desa yakni Desa Kedungpengaron dan Desa Ambal-ambil. (ada/kun)
BACA JUGA: Pj Bupati Pasuruan Sebut Masalah Limbah Satoria Selesai






