Penang (beritajatim.com) – Rudi tengah duduk dan berbincang dengan istrinya di deret bangku salah satu ruang layanan uji laboratorium Rumah Sakit Loh Guan Lye Specialists Center, Penang, Malaysia. Plester bundar menempel di lekuk siku kanannya. Dia baru saja menjalani pengambilan sampel darah.
Tak berapa lama, petugas berpakaian rapi dan berkacamata memanggil namanya. Rudi dan istrinya berdiri lalu bergerak mendekati petugas yang masih muda itu. Namun usai sedikit melangkah, petugas itu justru menghampiri Rudi sehingga ia tak perlu repot berjalan.
“Bapak dan ibu bisa kembali ke hotel dulu. Ini hasilnya keluar nanti siang. Nanti bisa ke sini lagi,” ujar petugas itu kepada Rudi, sembari menunjukkan secarik kertas berisi nama loket dan jam pengambilan hasil uji laboratorium.
Rudi pun mengikuti saran petugas itu. Tetapi sebelum keluar dari ruang layanan, dia mengajak istrinya istirahat sejenak di deret kursi yang tadi didudukinya.
Beritajatim.com menyapa dan berbincang dengan Rudi di Rumah Sakit Loh Guan Lye Specialists Center Penang, Malaysia. Pertemuan itu berlangsung di sela kegiatan Media Familiarisation Malaysia Healthcare yang diselenggarakan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) didukung penuh oleh Penang Global Tourism pada 3-6 Oktober 2023.
Kepada beritajatim.com, Rudi mengaku pertama kalinya memeriksakan kesehatan di Loh Guan Lye Specialists Center. Memilih fasilitas kesehatan yang notabene di luar negeri, Rudi mengatakan mendapat referensi dari orang-orang terdekat.
“Awalnya (referensi) dari teman dan keluarga,” ujar Rudi.

Rudi yang merupakan warga Medan, Sumatera Utara, datang ke Penang bersama istrinya untuk medical checkup. Dia mengaku sebenarnya rutin periksa kesehatan di Medan.
Tetapi, pemeriksaan yang dia jalani selama ini sifatnya khusus. Semisal, cek asam urat, kolesterol, dan lain-lain. Itupun dilakukan di tempat berbeda-beda untuk satu keluhan.
Sementara di Loh Guan Lye, pengalaman yang dia dapat sangat berbeda. Seluruhnya berjalan dengan cepat dan efisien, mulai dari registrasi, pemeriksaan, hingga konsultasi dokter. Pemeriksaan juga menyeluruh, sehingga semua potensi penyakit bisa diketahui. Dia sempat menghitung, hanya butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk menjalani seluruh proses medical checkup.
“Kita datang jam 08.00 (Waktu Malaysia, lebih cepat 1 jam dari WIB), register, cek darah, 11.30 sudah bisa konsultasi ke dokter. Jadi dalam waktu sekitar 2 jam, cek darah segala macam, hasilnya sudah keluar,” kata dia.
BACA JUGA:
Malaysia Healthcare Tawarkan Berbagai Layanan Rumah Sakit Langsung Untuk Warga Surabaya
Sangat berbeda dengan pengalaman dari adiknya saat periksa kesehatan di Medan. Kata Rudi, sang adik membutuhkan waktu hingga dua hari untuk mendapatkan keseluruhan hasil medical checkup. Itupun harus dengan menginap lebih dulu di rumah sakit.
“Disuruh nginap, ya sudah nginap. Besok mau rontgen, mau cek USG, dokternya nggak mau keluar. Belum bisa karena yang bagian itunya, operatornya, nggak ada. Otomatis kan menghabiskan waktu kita selama dua hari,” terang dia.
Beritajatim.com juga bertanya kepada Lanny, warga Surabaya, mengenai pelayanan kesehatan di Penang. Lanny merupakan pasien medical checkup Gleneagles Hospitals, salah satu rumah sakit terkemuka di negara bagian Malaysia terdekat dengan Pulau Sumatera itu.
Lanny juga mengaku baru pertama kali periksa kesehatan di Penang. Sedangkan pilihan untuk periksa di Gleneagles Hospitals, lantaran permintaan dari tantenya yang tinggal di Bandung.
Dia bercerita, awalnya tidak ada niat untuk periksa kesehatan. Lanny mengaku mendapat informasi dari sang tante tentang pameran kesehatan MH Expo yang digelar MHTC di Tunjungan Plaza Surabaya awal Juli 2023.
“Tolong aku daftarin dong, kata tante. Kamu juga sekalian, saya jawab enggak ah,” ucap Lanny.
Namun, sang tante memaksa. Hingga akhirnya Lanny bersedia ikut periksa kesehatan di Gleneagles Penang.
Dari segi pelayanan, Lanny mengaku sangat nyaman. Petugas pelayanan sangat ramah, proses administrasi cepat dan efektif.
“Pelayanan ya bagus, ramah,” kata dia.
Fasilitas Canggih dan Mumpuni
Malaysia Healthcare merupakan kampanya yang digalakkan MHTC untuk menawarkan solusi di bidang kesehatan pada masyarakat kawasan serumpun dan luar negeri. Terdapat sekitar 97 rumah sakit di seluruh Malaysia yang menjadi bagian dari kampanye ini.
Beritajatim.com bersama beberapa media lain serta influencer berkesempatan mengunjungi tiga rumah sakit terkemuka di Penang: Sunway Medical Centre Penang, Loh Guan Lye Specialists Center Penang, serta Gleneagles Hospital Penang. Kami diajak untuk melihat bagaimana fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Rata-rata, tiap rumah sakit telah dilengkapi fasilitas medis yang canggih dan sangat mumpuni.
Misalnya di Sunway Medical Centre Penang. Rumah sakit ini memiliki keunggulan (center of excelence) pada penanganan penyakit kanker. Bahkan telah menggunakan teknologi robotik untuk proses pembedahan yang didukung Sistem Robot Da Vinci (Da Vinci Robotic System). Inovasi ini menjadikan Sunway Medical Center Penang sebagai rumah sakit pertama yang memanfaatkan teknologi robot untuk pembedahan.
“Teknologi canggih ini memberikan berbagai manfaat bagi pasien, termasuk luka minimal, penurunan kehilangan darah, penurunan rasa sakit dan ketidaknyamanan, risiko komplikasi yang lebih rendah, dan waktu pemulihan yang lebih cepat,” ujar Senior Manager, Business Development & Corporate Communications Sunway Medical Center Penang, Abbey Ong.
Abbey menjelaskan Pusat Kanker Sunway Medical Centre Penang berdiri sebagai fasilitas komprehensif yang didedikasikan untuk mendukung semua pasien kanker. Ini terdiri dari Tim Multidisiplin (MDT) yang terdiri dari spesialis dalam bidang bedah, onkologi, radiologi, patologi, dan kedokteran nuklir yang berkolaborasi menggunakan pendekatan multidisiplin untuk merancang rencana perawatan secara unik untuk setiap pasien. Pusat ini menawarkan berbagai jenis perawatan kanker, termasuk kemoterapi, terapi radiasi, dan intervensi bedah.
Untuk lebih memenuhi kebutuhan pasien, Pusat Kanker dilengkapi dengan kemajuan teknologi terbaru. Fitur unggulan yang digunakan dalam Terapi Radiasi adalah Varian Truebeam™ STX, yang memastikan bahwa pasien memiliki akses ke terapi yang sangat akurat, seperti Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), Stereotactic Radiosurgery (SRS), Rapidarc, dan Conformal Radiotherapy, yang menghasilkan hasil optimal dan kualitas perawatan yang lebih baik. Ini mampu mengatasi berbagai jenis kanker di seluruh tubuh, termasuk paru-paru, payudara, kepala dan leher, perut, hati, dan lainnya.
BACA JUGA:
MH Expo 2023 Hadir di Surabaya, Ini Tanggalnya..
“Selain itu, Pusat Kanker kami mendukung pasien sepanjang perjalanan kanker mereka dengan bantuan tim perawatan kesehatan yang terkait, termasuk ahli diet dan nutrisi, perawat di rumah, dan terapi rehabilitasi, memastikan perawatan dan dukungan komprehensif mulai dari diagnosis hingga pemulihan,” terang Abbey.
Saat berkunjung ke Loh Guan Lye Specialists Center Penang (LSC), beritajatim juga melihat langsung fasilitas medis di rumah sakit tersebut. Alat yang digunakan terbilang canggih dan lengkap. Bahkan, rumah sakit ini memiliki lebih dari satu center of excelence. Mulai dari kanker, jantung, orthopedik, kesuburan, serta rehabilitasi medik.

“LSC terkenal dengan pusat kanker komprehensif dan fasilitas kankernya. Pusat kanker LSC telah berusaha menjadi pelopor dalam mempromosikan kesadaran kanker melalui deteksi dini. Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi terbaru, seperti MRI 3T, PET-CT Scan, CT Scanner 640 Lapisan, Sistem Mamografi 3D, Sistem USG Payudara Otomatis 3D, Radioterapi Intraoperatif (IORT), dan Radiotherapi untuk deteksi dini, penentuan stadium, dan manajemen kanker yang efektif,” ujar Senior Business Development Executive LSC, Ratna.
Ratna juga menjelaskan pusat jantung LSC menawarkan berbagai layanan komprehensif dan menggunakan berbagai peralatan canggih, termasuk sistem angiografi Philips AlluraClarity FD10/10 BiPlane, yang menjanjikan dosis sinar-X yang lebih rendah, waktu pemeriksaan yang lebih cepat, dan gambar berkualitas tinggi.
“Rumah sakit ini juga menawarkan layanan elektrofisiologi, sementara dokter-dokternya berpengalaman dalam berbagai prosedur kardiovaskular,” kata dia.
Tak hanya itu, LSC juga terkenal dengan layanan ortopedinya, yang mencakup operasi artroskopi, operasi tulang belakang, dan pengobatan cedera olahraga, serta transportasi tulang, rekonstruksi sendi, dan penggantian sendi total dan sebagian.
Sedangkan Pusat Fertilitas menawarkan terapi reproduksi berbantu, termasuk penyelidikan personal untuk infertilitas dan konseling. Spesialis LSC terlibat dalam fertilisasi in vitro (IVF), injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI), inseminasi intrauterin (IUI), transfer blastosit, dan pengobatan infertilitas pria, penyimpanan embrio dan sperma, serta program donor telur dan sperma.
“Rumah sakit ini memiliki tradisi kuat dalam rehabilitasi, didukung oleh tim yang berpengalaman dan terampil, yang terdiri dari ahli audiologi, terapis bahasa, terapis okupasi, dan fisioterapis. Bersama dengan ahli gizi, psikolog, konselor, dan dokter anak, LSC juga telah menjadi pusat one-stop untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ucap Ratna melanjutkan.
Pun demikian dengan Gleneagles Hospital Penang. Rumah sakit yang berdiri sejak 1973 ini terus melengkapi diri dengan pelayanan medis yang canggih.
Gleneagles Hospital Penang adalah rumah sakit yang dibangun dengan visi untuk memberikan layanan perawatan kesehatan berkualitas tertinggi. Akreditasi Gleneagles Hospital Penang oleh Joint Commission International (JCI) dan Malaysian Society for Quality in Health (MSQH) mencerminkan komitmennya untuk memastikan standar selalu terpenuhi pada tingkat tertinggi.
“Pasien selalu menjadi prioritas utama kami, kami membuat setiap keputusan dengan tujuan mencapai hasil klinis terbaik bagi pasien kami. Kebutuhan pasien kami adalah yang paling utama. Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi mereka untuk sembuh dan pulih,” ujar Chief Executive Officer Gleneagles Hospital Penang, Ivan Loh.

Ivan menjelaskan awalnya Gleneagles Hospital Penang menangani berbagai jenis kasus kesehatan. Namun dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir, rumah sakit ini memusatkan perhatian pada kasus-kasus yang lebih kompleks, terutama onkologi, kardiologi, dan ortopedi.
“Jadi, kami mulai mengembangkan kemampuan kami baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak,” kata dia.
Perangkat keras adalah bagian yang relatif lebih mudah – mengidentifikasi dan mendapatkan semua teknologi dan peralatan terkini yang relevan seperti pemindai MRI 3T, pemindai CT 640 lapisan, dan mikroskop saraf yang terhubung ke sistem navigasi komputer untuk bedah saraf, dan lain sebagainya. Bagian yang lebih menantang adalah merekrut dokter spesialis terbaik dalam semua bidang yang relevan.
Misalnya, ntuk memenuhi kebutuhan pasien yang semakin meningkat, Gleneagles Hospital Penang mendirikan pusat kanker komprehensif. Rumah sakit ini berhasil menarik dan merekrut dokter spesialis terbaik, termasuk seorang ahli bedah saraf yang ahli dalam tumor otak, ahli bedah payudara wanita yang hanya melakukan prosedur payudara, ahli bedah kepala dan leher untuk mengobati kanker kepala dan leher, dokter paru-paru yang ahli dalam kanker toraks, ahli onkologi ginekologi, ahli bedah kolorektal, ahli bedah onkologi bersertifikat oleh Dewan AS, tiga ahli onkologi klinis, dua ahli hematologi, dan spesialis lainnya.
Keterjangkauan Biaya Perawatan
Sebagai pasien, Robi mengaku puas dengan layanan LSC. Apalagi soal biaya. Menurut dia, ongkos yang harus dibayar untuk medical checkup sangat terjangkau. Padahal, layanan pemeriksaan yang dia dapat sangat lengkap, komprehensif, dan cepat. Bahkan, dia mendapat layanan kelas eksklusif.
“Simple saja, secara keseluruhan dia pakai eksklusif 700 ringgit (setara Rp2,3 jutaan), tambah pemeriksaan tensi segala macam dia 1.000 ringgit (setara Rp3,3 jutaan), itu termasuk konsultasi dokter,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Lanny. Menurut dia, tarif normal untuk medical checkup kelas premium di Gleneagles Hospital sebesar 880 ringgit (setara Rp2,9 jutaan). Tetapi karena dia mendaftar saat pameran, Lanny mendapatkan promo hingga 50 persen.
“Murah banget. Bayangkan, itu saja 880 (ringgit) dipotong 50 persen jadinya 440 ringgit (setara Rp1,4 jutaan),” terang dia.
Besaran tarif ini dibenarkan oleh Marketing Director MHTC-Indonesia, Farah Delah Suhaimi. Menurut dia, besaran biaya perawatan itu ditetapkan dan dikontrol oleh Kementerian Kesehatan Malaysia. Itu berlaku untuk semua pasien, baik pasien Malaysia maupun luar negeri, termasuk dari Indonesia.
“Harga (biaya) itu semua dikawal oleh Kementerian Kesehatan Malaysia. Dia ada harga shillingnya (batas atas), tidak bisa dinaikkan sesuka hati,” kata Farah.
Dia menegaskan kebijakan penetapan harga shilling itu menjadi pembeda antara Malaysia dengan negara lain. Jika di negara lain, tarif pemeriksaan maupun konsultasi kesehatan ditentukan oleh dokter.
“Tapi tidak di Malaysia. Jadi itu kita lihat lebih murah atau lebih dikawal oleh Kementerian Kesehatan Malaysia,” ucap Farah.

Lantas, bagaimana jika rumah sakit mengeluh rugi karena biaya yang ditetapkan terlalu murah?
Vice President Communications MHTC, Tutie Ismail menjelaskan, setiap rumah sakit akan ada pengenaan biaya atas layanan lain selain medis. Di antaranya, biaya kamar untuk pasien rawat inap, makan untuk anggota keluarga dan lainnya.
“Dari situ diharapkan rumah sakit bisa mendapatkan keuntungan, make a profit from servis-servis lain. Jadi dikembalikan ke pasien, mau pakai yang mana,” kata dia.
Farah menambahkan, rumah sakit dibolehkan memasang tarif sesuai standar masing-masing untuk layanan di luar medis. Tetapi tidak untuk layanan medis.
“Sebab kita tidak mau hospital menjadikan bisnis ini sebagai money making. Jadi, tujuan utamanya adalah membantu perawatan. Itu yang perlu kontrol dari Kementerian Kesehatan,” ucap dia.
Tidak Untuk Bersaing
Tutie pun menegaskan kehadiran Malaysia Healthcare tidak bertujuan untuk menyaingi layanan kesehatan di negara lain, khususnya Indonesia. Namun, lebih pada tujuan untuk memberikan layanan kesehatan alternatif jika di negara lain tidak tersedia. Sekaligus untuk meningkatkan potensi wisata.
“Jika kita bawa layanan kesehatan Malaysia ke Indonesia, kita mencoba untuk kerja sama. Kita ingin menawarkan perawatan untuk lebih melengkapi layanan kesehatan di Indonesia,” kata dia.
Menurut Tutie, potensi wisata kesehatan tidak bisa dilihat hanya berdasarkan masing-masing negara. Tetapi, potensi itu harus dilihat dalam kategori serumpun negara-negara ASEAN. “Sebab kita lihat ASEAN ini merupakan rumpun yang memiliki kekuatan di medical tourism,” ucap dia.
Sementara, Farah menerangkan posisi Indonesia berkaitan dengan medical tourism di Malaysia merupakan pasar utama. Banyak warga Indonesia datang ke Malaysia untuk berobat.
Berdasarkan data, sebelum Covid-19 tercatat sebanyak 670 ribu pasien yang berobat ke Malaysia berasal dari Indonesia. Ada yang ke Kuala Lumpur, Penang, Johor Baru, dan lain-lain. Sedangkan tujuan masyarakat Indonesia berobat ke Malaysia, di antaranya karena jarak yang lebih dekat.
“Setelah pembukaan border (batas negara) usai Covid-19 melandai, kami melihat pasien dari Indonesia sudah mulai kembali ke Malaysia untuk melanjutkan pengobatan. Kebanyakan untuk kasus kronis seperti kanker,” terang Farah.
Menurut Farah, terjadi peningkatan signifikan terkait jumlah pasien yang berobat ke Malaysia setelah pembukaan border. Angkanya mencapai 16 kali lipat. Kebanyakan dari Sumatera, Jawa, juga Sulawesi. Ini disebabkan kepercayaan kepada dokter-dokter serta layanan medis di Malaysia.
“Kita sebenarnya tidak ingin bersaing dengan rumah sakit Indonesia. Hanya kita mau jadikan Malaysia itu sebagai pilihan kedua ataupun alternatif jika tidak tersedia layanan medis yang dibutuhkan, bisa datang ke Malaysia,” kata dia.
Medical tourism kini tengah jadi tren yang digalakkan sejumlah negara. Malaysia telah memulai dengan sukses. Memberikan layanan terbaik dengan biaya terjangkau, semata demi membantu masyarakat hidup lebih sehat. [beq]






