Sidoarjo (beritajatim.com) – Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati warga Desa Grogol Kecamatan Tulangan dengan sholawat di lapangan Desa Grogol, Kamis, (5/10/2023).
Ribuan jemaah yang memenuhi lokasi ikuti suara merdu lantunan shalawat Habib Anis Bin Idrus Syahab dari Jakarta. Tampak juga mendampingi di panggung, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).
Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi dan memberikan beberapa pesan penting kepada ribuan jemaah.
“Kami bangga bahwa kelasnya desa sudah mau dan mampu untuk menggelar acara semegah ini,” ucap bupati.
Bupati yang akrap disapa Gus Muhdlor menjelaskan shalawat mendatangkan keberkahan Allah SWT. Oleh karenanya ia berharap agar tradisi seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya. Tidak berhenti di tahun ini. Dengan begitu keberkahan akan selalu menaungi Desa Grogol.
BACA JUGA: Bagaimana Hukum Wakaf Uang dan Cara Pengelolaannya?
“Semoga bershalawat seperti ini tidak berhenti sampai tahun ini, namun konsisten berlanjut setiap tahun ke depan untuk keberkahan Desa Grogol,” tambahnya.
Bupati Gus Muhdlor juga membagikan keyakinannya bahwa dalam setiap shalawat yang dilantunkan, akan turun sepuluh rahmat. Rahmat-rahmat itu akan melindungi dan memberkahi daerah yang terucap shalawat.
“Saya yakin ditengah shalawat nanti, satu sholawat akan turun 10 rahmat, dan 10 rahmat itu akan menaungi daerah dimana daerah tersebut terucap shalawat,” terang putra KH Agoes Ali Masyhuri pendiri Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu.
Bupati Gus Muhdlor juga menyatakan pentingnya regenerasi dalam acara semacam ini. Menurutnya sejak dini generasi penerus bangsa harus ditanamkan rasa mencintai kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu akan lahir generasi islami yang akan mencontoh sifat-sifat nabi Muhammad SAW dimasa-masa mendatang.
“Acara seperti ini penting untuk mengajak serta anak-anak, sebagai bentuk regenerasi sedari dini harus ditanamkan rasa mencintai kepada Nabi Besar Muhammad SAW,” jelasnya.
Sebagai penutup Gus Muhdlor berdoa agar Desa Grogol dapat menjadi desa yang “baldatun toyyibatun warobbun ghofur” (desa yang baik, berkah, dan mendapatkan ampunan). (isa/nap)






